Keracunan Makanan Bergizi Gratis di SDN Kalijaga Permai Kota Cirebon beberapa waktu lalu juga dialami tenaga pendidik. Salah seorang guru mengaku mengalami muntah hingga harus menjalani perawatan selama empat hari. Pasca kejadian, distribusi MBG dari SPPG Kalijaga Lima ke sekolah dihentikan.
Septiani, salah seorang guru SDN Kalijaga Permai Kota Cirebon, mengaku turut menjadi korban dugaan keracunan MBG. Makanan yang terdiri dari nasi, sup telur puyuh, tempe orek, sayur dan buah kelengkeng, tiba di sekolah sekitar pukul delapan pagi.
Sekitar pukul sembilan, Septiani bersama para siswa mulai menyantap menu MBG yang didistribusikam dari SPPG 5 Kalijga. Namun, beberapa jam kemudian kondisinya mulai memburuk. Sekitar pukul satu siang, Septiani mengaku mengalami muntah saat masih berada di sekolah.
Baca Juga:85 Bangunan Liar di Jalan Kanci-Sindanglaut Terima Teguran Kedua – VideoKomisi II DPRD Kab Cirebon Dorong Pengambilalihan Pelanggan PDAM Kota – Video
Septiani kemudian meminta izin pulang. Tetapi setelah tiba di rumah, Septiani justru muntah hingga akhirnya memutuskan mendatangi IGD rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, Septiani mengaku terkejut melihat kondisi yang sudah dipenuhi pasien dengan keluhan serupa.
Sementara, Septiani menyebut, SDN Kalijaga Permai menerima pasokan MBG untuk sekitar 510 siswa. Dan jumlah siswa dan guru yang terdampak keracunna di sekolah diperkirakan mencapai 90 orang. Pasca peristiwa keracunan MBG, penyaluran makanan MBG ke SDN Kalijaga Permai langsung dihentikan.
Penghentian distribusi menjadi dampak langsung dari keracunan yang terjadi di lingkungan sekolah. Pihak sekolah bahkan sempat melaksanakan rapat pertemuan dengan walimurid yang kompak menyuarakan penolakan terhadap MBG.
Kasus ini menyisakan persoalan serius terkait keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, terlebih ketika tenaga pendidik yang turut mengonsumsi makanan tersebut juga mengalami gangguan kesehatan, dan menininggalkan trauma bagi penerima manfaat.