Kasus keracunan makanan bergizi gratis atau MBG di Kota Cirebon menyisakan trauma bagi para korban. Siswi SDN Kalijaga Permai yang sempat dirawat di rumah sakit, takut dan kapok menyantap kembali makanan dari program MBG.
Pengalaman buruk ketika mengalami mual, muntah hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit, membuat siswa SDN Kalijaga Permai Kota Cirebon ini trauma. Jasmine dan Nadia, kini mengaku tak lagi berani menyantap makanan dari program makan bergizi gratis.
Jasmine mengalami sakit perut, mual hingga muntah-muntah setelah menyantap menu MBG. Kondisinya bahkan mengharuskannya menjalani perawatan di rumah sakit selama lebih dari tiga hari. Jasmine dengan tegas menolak dan kapok untuk menyantap MBG, karena mengalami trauma akibat keracunan menu sup telur puyuh dari SPPG 05 Kalojaga Kota Cirebon.
Baca Juga:85 Bangunan Liar di Jalan Kanci-Sindanglaut Terima Teguran Kedua – VideoKomisi II DPRD Kab Cirebon Dorong Pengambilalihan Pelanggan PDAM Kota – Video
Senada dengan Jasmine, pengalaman serupa juga dialami Nadia. Selain mual, Nadia mengaku mengalami pusing setelah terdampak keracunan akibat menyantap MBG. Peristiwa traumatik hingga dirawat dirumah sakit, membuat Nadia tak ingin lagi mengonsumsi makanan dari program pemerintah.
Sementara, tak hanya siswa, insiden keracunan MBG juga menyeret tenaga pendidik. Salah seorang guru SDN Kalijaga Permai mengaku mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG yang sama. Menu yang disajikan terdiri dari nasi, sup telur puyuh, tempe orek, sayur dan buah kelengkeng.
SDN Kalijaga Permai sendiri menerima pasokan MBG untuk sekitar lima ratus sepuluh siswa. Pasca kejadian, distribusi makanan dari SPPG Kalijaga Lima langsung dihentikan. Kondisi ini menunjukkan dampak dugaan keracunan tak hanya berhenti pada gangguan kesehatan, tetapi juga menyangkut rasa aman dan kepercayaan para penerima manfaat.
Program yang seharusnya memenuhi kebutuhan gizi anak, kini justru meninggalkan ketakutan bagi sejumlah siswa yang pernah menjadi korban.