Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori menegaskan, PPJ Cherbon Nagari tidak boleh hanya menunggu suntikan modal, melainkan harus berani membaca peluang dan menjadi aggregator bagi seluruh potensi ekonomi di Kabupaten Cirebon. Pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan direktur baru PPJ, Hajah Wachidah Silfiyanti.
Sebuah perusahaan daerah, tidak cukup hanya lahir dari keputusan politik, berdiri dengan struktur organisasi, lalu menggantungkan masa depannya pada suntikan modal pemerintah. Lebih dari itu, perusahaan harus memiliki keberanian, membaca peluang, mengelola potensi, dan mengubah kekayaan daerah, menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.
Pesan itulah yang mengemuka dalam pertemuan Direktur PPJ Cherbon Nagari, Hajah Wachidah Silfiyanti, dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Raden Hasan Basori. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana diskusi strategis ini, bukan sekadar silaturahmi antara pimpinan perusahaan daerah dengan unsur legislatif, ada gagasan besar yang kembali dibuka, ada harapan yang ditegaskan, sekaligus tantangan, yang diletakkan di pundak direksi baru PPJ Cherbon Nagari.
Baca Juga:85 Bangunan Liar di Jalan Kanci-Sindanglaut Terima Teguran Kedua – VideoKomisi II DPRD Kab Cirebon Dorong Pengambilalihan Pelanggan PDAM Kota – Video
Terlebih, Hasan Basori, merupakan salah satu tokoh, yang ikut menginisiasi, lahirnya BUMD, yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa tersebut. Menurut Hasan, gagasan pembentukan PPJ, bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Wacana tersebut, telah bergulir sejak sekitar tiga tahun lalu, ketika muncul dorongan, agar Kabupaten Cirebon memiliki badan usaha daerah, yang mampu mengintegrasikan berbagai potensi ekonomi.
Bukan sekadar perusahaan yang mencari keuntungan, melainkan lembaga bisnis, yang dapat memper temukan potensi produksi, kebutuhan pasar, dan kepentingan pembangunan daerah.
Menurut Wakil Ketua DPRD, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan ekonomi yang besar. Sektor pertanian, perikanan, perdagangan, hingga UMKM, menyimpan peluang bisnis, yang dapat dikembangkan secara terintegrasi. Namun, potensi besar tidak akan memiliki arti, apabila terus berjalan sendiri-sendiri, tanpa kelembagaan bisnis, yang mampu menghubungkan produsen, distribusi, dan pasar.
Di sinilah, PPJ Cherbon Nagari, diharapkan mengambil peran strategis, sebagai penghubung, bukan sekadar penonton. Konsep aggregator yang disampaikan Hasan Basori, menempatkan PPJ sebagai penghubung, berbagai aktivitas ekonomi daerah. Mulai dari memperkuat akses pasar produk UMKM, mengembangkan jaringan perdagangan hasil pertanian dan perikanan, hingga membuka peluang kerja sama bisnis, yang memberikan nilai tambah bagi daerah.