Tag: arjawinangun
Polisi Amankan Lokasi Kebakaran
Kebakaran pabrik busa yang terjadi Senin malam hingga Selasa siang di wilayah Arjawinangun, api masih belum bisa dipadamkan, anggota Satlantas Polresta Cirebon bergabung dengan anggota Sabhara dan Polsek untuk mengendalikan situasi di lokasi kebakaran, dengan pengaturan lalu lintas di jalur pantura.
Kebakaran Sulit Dipadamkan
Kebakaran yang melanda di sebuah pabrik busa di Arjawinangun Cirebon, hingga Selasa siang masih belum dapat dipadamkan. Banyaknya bahan kimia membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan dalam memadamkan api. Sementara itu, untuk pemukimam warga sekitar pabrik masih aman.
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Busa
Kebakaran hebat yang terjadi di pabrik kasur busa, di Desa Kebonturi Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Senin malam, begitu besar. Bahkan, saat kebakaran, terjadi juga beberapa kali ledakan hingga api membumbung tinggi ke langit. Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran.
Api Kembali Membesar
Kebakaran hebat yang melanda pabrik kasur busa, di Kabupaten Cirebon, melumat hampir seluruh area pabrik, Selasa pagi. Kobaran api yang sempat mengecil, kembali membesar setelah menyambar tangki penyimpanan tiner. Akibatnya, kabel jaringan sutet yang berada tepat di atas area yang terbakar terputus total.
19 Jam Berjibaku, Api Mulai Mereda
Setelah sembilan belas jam berjibaku melawan amukan si jago merah, petugas pemadam kebakaran akhirnya bisa meredam api di pabrik kasur busa di Kabupaten Cirebon, Selasa sore. Petugas kemudian melakukan pendinginan di seluruh areal pabrik yang menyisakan api kecil dan asap. Sementara, meski kabel jaringan sutet terputus, PLN memastikan pasokan listrik aman.
Ruas Arjawinangun – Gegesik 2 Hari Terendam Banjir
Ruas jalan Arjawinangun - Gegesik Kabupaten Cirebon, selama dua hari tergenang banjir. Kondisi banjir yang tinggi menyebabkan banyak kendaraan mati mesin.
Pasar Baru Arjawinangun Sepi Ditinggal Pedagang
Kondisi Pasar Baru Desa Arjawinangun Kabupaten Cirebon memprihatinkan. Kios pasar seolah terbengkalai dan ditinggal pedagang.







