Canggihnya Kereta Singa Barong

kereta singa barong legend
kereta singa barong legend
0 Komentar

Hay teman teman Radar Apa kabar semoga sehat selalu di hari ini Mimin punya info nih tentang Kereta Singa Barong apa tuh, simak yuk yang belum baca, baca dulu yuk …

Kota Cirebon, Jawa Barat memiliki jejak masa silam yang

ikonik bernama Kereta Singa Barong. Transportasi yang menyerupai kereta kencana

ini di fungsikan saat malam kirab keraton pada 1 Muharram dan hanya boleh di kendarai oleh Sultan Keraton Kasepuhan.

di balik kesakralan nya, kereta yang di buat oleh salah satu keturunan Sunan Gunung Jati bernama Pangeran Angkawijaya atau Pangeran Losari itu,

Baca Juga:Jalan di Kec. Pabuaran RusakSejarah Sandiwara Cirebon Indramayu

ternyata memiliki kecanggihan teknologi yang melampaui zaman. Salah satunya menggunakan sistem power steering pada abad ke-15.

Kereta Singa Barong ini telah menjadi ikon dari Kota Cirebon dan Keraton Kasepuhan,”

kata Aji, selaku pemandu di Museum Keraton Kasepuhan, beberapa waktu lalu.

Di masa lampau, kereta Singa Barong hanya boleh di tarik oleh empat ekor kerbau bule atau kerbau albino. Kereta ini juga hanya berkeliling di dua wilayah yakni Pasuketan dan Lemahwungkuk. Saat itu, kawasan tersebut di kenal sebagai Kota Raja, dengan luas kurang lebih 50 hektar.

kereta ini sempat dipergunakan oleh kalangan raja di Keraton Kasepuhan mulai dari Panembahan Pakungwati 1 (1526 – 1649) hingga terakhir di tahun 1942 silam.

kondisinya sudah cukup memprihatinkan dan rapuh. Selain itu, kerbau bule juga sudah sangat jarang di Jawa, sehingga kereta ini di simpan di sebuah ruangan Keraton Kasepuhan yang kini menjadi museum keraton.

Menggunakan Sistem Power Steering

di kategorikan sebagai kendaraan kerajaan terbaik dengan sistem suspensi yang sempurna, di masa itu.

Baca Juga:Warna Baru New Honda Scoopy 2022Honda Scoopy Bos !!

Terlihat dari ringannya kendali perputaran belok, mirip dengan konsep power steering yang ada di kendaraan modern era sekarang. Bahkan, keempat roda dibuat secara miring ke arah luar agar melindungi body saat menerjang genangan air.

“Teknologi di Cirebon zaman dahulu sudah canggih sekali, karena zaman dahulu rodanya sudah bisa di buat power steering, dan bisa berputar kurang lebih 90 derajat,” sebut Aji

Kecanggihan lainnya adalah ketika kereta ini berjalan, di mana tiga unsur hewan seperti sayap burung, kepala naga dan belalai gajah di bagian kiri dan kanannya bisa bergerak mengikuti irama laju kereta.

Ketiga unsur tersebut juga memiliki arti. Seperti sayap burung yang melambangkan persahabatan antara Cirebon dengan Arab, kemudian kepala naga yang punya

kaitan erat dengan bangsa Tionghoa dan terakhir belalai gajah sebagai simbol kerja sama dengan negara India yang beragama Hindu.

Kini, kereta tersebut telah di gantikan fungsinya oleh kereta replika Singa Barong yang biasa di gunakan saat perayaan adat di Keraton Kasepuhan. Kereta tersebut di buat di tahun 1995, dan masih terbilang kokoh.

0 Komentar