RADARCIREBON.TV – Bernardo Silva akan mengakhiri kebersamaannya dengan Manchester City pada penutupan musim 2025/2026. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan panjang sang gelandang bersama klub yang telah ia bela sejak 2017.
Sejak pertama kali bergabung, pemain asal Portugal ini menjelma menjadi salah satu sosok kunci dalam era keemasan Manchester City. Selama hampir satu dekade, ia menunjukkan konsistensi tinggi dengan mencatatkan lebih dari 450 penampilan di berbagai ajang. Perannya tidak hanya terlihat dari kontribusi di lapangan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keseimbangan permainan tim serta fleksibilitas bermain di berbagai posisi.
Bersama The Citizens, Bernardo Silva berhasil meraih total 19 trofi bergengsi. Di antaranya enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions UEFA yang menjadi puncak prestasi klub. Selain itu, ia turut berkontribusi dalam keberhasilan tim menjuarai Piala FA, Piala Liga, hingga kompetisi internasional seperti Piala Dunia Antarklub. Catatan statistik berupa gol dan assist semakin menegaskan pengaruh besarnya di lini tengah.
Baca Juga:‘Salmokji: Whispering Water’, Film Horor Korea yang Angkat Teror Misterius di Waduk TerpencilJadwal Liga Inggris 18-19 April 2026 di SCTV: Ada Pertandingan Manchester City vs Arsenal
Tak hanya sukses secara tim, Bernardo juga mengukir pencapaian individu yang membanggakan. Ia masuk dalam daftar pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarah klub, melampaui sejumlah nama besar sebelumnya. Hal ini mencerminkan kepercayaan penuh yang diberikan oleh pelatih, termasuk dalam era kepemimpinan Pep Guardiola.
Menjelang akhir masa baktinya, Bernardo tetap menunjukkan profesionalisme dengan berkomitmen memberikan performa terbaik hingga musim berakhir. Manchester City sendiri masih berpeluang menambah koleksi gelar di berbagai kompetisi, sehingga kontribusinya tetap sangat dibutuhkan dalam momen krusial tersebut.
Pengumuman kepergiannya disampaikan langsung melalui media sosial pribadi. Dalam pesannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada klub, staf, rekan setim, serta para pendukung yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Ia juga menyebut bahwa waktunya di Manchester bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang kehidupan, keluarga, dan kenangan yang akan selalu dikenang sepanjang hidupnya.
