Kasus dugaan pelecehan terhadap seorang pelajar di Kabupaten Cirebon mengemuka, pihak keluarga korban membuat laporan kepolisian terlebih peristiwa kekerasan seksual diduga terjadi berulang.
Kasus dugaan kekerasan seksual menyeruak setelah pihak keluarga melayangkan laporan kepada pihak kepolisian, bahwa sang anak berinisial P menjadi korban kekerasan seksual dibawah umur. Keluarga korban mengungkapkan dugaan tindakan kekerasan seksual terjadi sekitar lima kali dalam rentang waktu Januari hingga Februari 2026, bahkan indikasi awal disebut sudah mulai terlihat sejak tahun 2025.
Pihak keluarga menduga korban mendapatkan tekanan dan ancaman yang membuat korban tidak mampu melakukan perlawanan atau pembelaan diri. Hingga akhirnya, korban megungkapkan dugaan kekerasan seksual kepada keluarga karena sudah tidak sanggup menanggung beban, dan sering mengurung diri.
Baca Juga:Bupati Imron Hadiri Silaturahmi DPC PSIB Kab. Cirebon – VideoRSUD Waled Miliki Unit Transfusi Darah Yang Beroperasi 24 Jam – Video
Pihak keluarga langsung melaporkan terduga pelaku kasus pelecehan seksual berinisial MSP ke pihak kepolisian Polresta Cirebon untuk ditindaklanjuti secara hukum. Peristiwa ini diketahui terjadi saat korban masih berstatus pelajar di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Cirebon. Sedangkan terduga pelaku juga diketahui bersekolah di tempat yang sama meski berada di kelas atau jurusan yang berbeda.
Sementara, selain melayangkan laporan ke Polresta Cirebon, pihak keluarga juga meminta pendampingan kepada Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, DPPKBP3A, Kabupaten Cirebon untuk memulihkan trauma mental korban kekerasan seksual. Pasalnya, pihak keluarga khawatir karena sang anak beberapa waktu terakhir sering mengurung diri dan jarang berinteraksi.
Saat ini, pihak keluarga berupaya untuk melakukan pemulihan kondisi psikologis korban, terlebih lagi korban mengalami trauma untuk sekolah. Pemeriksaan visum di rumah sakit juga akan dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat segera mengambil tindakan tegas dan mengungkap kasus ini secara menyeluruh.