Ribuan Guru PAI Tersebar Di Sekolah se Kab. Cirebon – Video

Ribuan Guru PAI Tersebar Di Sekolah se Kab. Cirebon
0 Komentar

Kementerian Agama Kabupaten Cirebon mencatat sekitar dua ribu guru Pendidikan Agama Islam atau PAI tersebar di berbagai jenjang sekolah. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme para guru melalui program sertifikasi dan tunjangan profesi. ‎

Data Kementerian Agama Kabupaten Cirebon menunjukkan, jumlah guru Pendidikan Agama Islam, PAI mencapai sekitar dua ribu orang. Jumlah tersebut terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, P3K, non PNS hingga guru honorer. ‎

Mereka tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga Sekolah Luar Biasa, baik negeri maupun swasta. ‎

Baca Juga:Ajak Duduk Satu Meja, KNPI Kota Cirebon: Hentikan Disharmoni, Saatnya Kolaborasi NyataDispora Kab. Cirebon Genjot Pembinaan Olahraga – Video

Plt Kasubag Kemenag Kabupaten Cirebon, Muhamad Ikhlas, menyebut kondisi jumlah guru saat ini dinilai sudah cukup, terutama setelah adanya pengangkatan P3K secara besar-besaran. ‎

Selain menjamin ketersediaan guru, Kemenag juga mendorong kesejahteraan melalui program Pendidikan Profesi Guru atau PPG. Guru yang telah lulus akan mendapatkan nomor registrasi guru dan berhak menerima tunjangan profesi. ‎

Hingga tahun dua ribu dua puluh enam, tercatat sebanyak seribu delapan ratus delapan puluh satu guru telah menerima nomor registrasi guru dan mendapatkan tunjangan profesi secara bertahap. ‎‎

Sementara itu, guru PAI di SMAN satu Sumber Kabupaten Cirebon, Diah Madiana, menilai pelayanan dan kesejahteraan guru PAI saat ini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Menurutnya, pembayaran sertifikasi kini lebih lancar dan diterima setiap bulan. ‎

Meski demikian, ia menyebut tantangan guru PAI saat ini semakin besar, terutama dalam menghadapi pengaruh konten digital dan dekadensi moral di kalangan pelajar. ‎

Untuk menanamkan karakter dan nilai keagamaan, sekolah melakukan berbagai pembiasaan, mulai dari ngaji pagi, sholat duha, sholat duhur berjamaah hingga kegiatan literasi dan peringatan hari besar islam. ‎‎

Diah menilai, pembiasaan keagamaan menjadi bagian penting untuk membentengi siswa dari pengaruh negatif perkembangan zaman. Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui materi di kelas, tetapi harus dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. ‎

Baca Juga:Disnaker Dan Apindo Tanggapi Tuntutan Mahasiswa – VideoPermahi Tuntut Kesejahteraan Buruh Dan Guru – Video

Pemerintah berharap, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru PAI dapat berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan agama dan pembentukan karakter siswa di sekolah.

0 Komentar