Tiga Ancaman Sekaligus Kuda Hitam, Kejayaan Nvidia di Era AI Tinggal Kenangan?

Chip AI
berukuran besar produksi Cerebras Systems yang disebut sebesar piring makan, dalam sebuah pameran teknologi. Sumber img: pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV– Selama hampir satu dekade, Nvidia menjelma sebagai “raja” tak tergoyahkan di industri chip kecerdasan buatan (AI). Namun, singgasana itu mulai goyah pada 2026. Pendatang baru bernama Cerebras Systems muncul sebagai kuda hitam yang disebut-sebut bakal mengakhiri era keemasan Nvidia. Kemunculan perusahaan ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan potret nyata bahwa teknologi chip AI yang lebih cepat dan efisien telah lahir, mengancam posisi sang penguasa lama.

Di tengah pesatnya peralihan dari fase pelatihan model AI (training) ke fase pengambilan keputusan (inference), Cerebras mulai tancap gas menggebrak Wall Street. Tidak hanya mengandalkan klaim semata, perusahaan rintisan asal Amerika Serikat itu juga bergerak membuktikan keunggulan arsitektur chip mereka dengan meraup dana segar dalam jumlah fantastis dan menjalin kerja sama dengan raksasa teknologi global.

Cerebras: Si Pembawa “Piring Makan” yang Mengguncang Pasar

Perusahaan rintisan bernama Cerebras Systems secara mengejutkan menjadi pusat perhatian setelah melantai di bursa saham Amerika Serikat pada Kamis pekan lalu. Dalam debutnya, kapitalisasi pasar perusahaan ini langsung mendekati US$ 100 miliar, menjadikannya sebagai salah satu IPO teknologi terbesar dalam sejarah.

Baca Juga:Galaxy S27 Ultra Bakal Hadir dengan Teknologi Kamera Mirip DSLR?Lebih Stylish! Honda PCX 160 2026 Andalkan Warna Segar dan Teknologi RoadSync

Perbedaan paling mendasar antara Cerebras dan Nvidia terletak pada fisik chip yang mereka produksi. Jika chip Nvidia berukuran standar, Cerebras memproduksi chip yang konon sebesar piring makan. “Kami membangun chip terbesar di industri semikonduktor,” kata CEO sekaligus pendiri Cerebras, Andrew Feldman. “Chip besar memproses lebih banyak informasi dalam waktu lebih singkat dan memberikan hasil lebih cepat,” imbuhnya.

Chip andalan mereka, WSE-3, masuk dalam kategori ASIC atau chip khusus untuk tugas tertentu. Cerebras mengklaim chip tersebut memiliki ukuran 57 kali lebih besar dibanding GPU terbesar saat ini dan memiliki transistor 50 kali lebih banyak.

Era ‘Agentic AI’: Saatnya GPU Tak Lagi Mempan

Dominasi Nvidia selama ini bertumpu pada kemampuan GPU yang mumpuni dalam perhitungan paralel untuk melatih model AI besar. Kini, industri memasuki era baru yang disebut “agentic AI”, di mana proses inference atau pengambilan keputusan menjadi semakin penting.

0 Komentar