Peluru dari Dalam: Kasus Lang & Lucca Jadi Pemicu ‘Perang Dingin’?
Menjelang akhir musim, salah satu media Italia, Sky Sport, mencoba membongkar faktor utama di balik keretakan hubungan ini. Mereka mengidentifikasi setidaknya dua nama kunci yang menjadi sumber ketegangan: Noa Lang dan Lorenzo Lucca. Keduanya merupakan rekrutan gagal yang tidak sesuai dengan kebutuhan taktik Conte dan justru membuatnya frustrasi karena dianggap tidak mendapatkan dukungan penuh dari manajemen.
“Di balik keputusan ini terdapat beberapa kritik dan rasa tanggung jawab terhadap pasar—dengan mengacu pada operasi yang tidak sepenuhnya berhasil seperti Lang dan Lucca,” tulis rekonstruksi Sky Sport yang dikutip Il Napolista. “Selain itu, juga terdapat masalah internal, khususnya di area medis klub. Suasana tekanan yang kuat juga disebut-sebut turut mempercepat permintaan pemutusan kontrak”.
Dengan kata lain, Conte kecewa berat karena rencana pembangunan timnya dihalangi oleh hasil jebolan scouting yang kurang tajam dan masalah kebugaran yang terus-menerus muncul. Tanpa rasa memiliki dan kendali penuh, ia memilih untuk mengundurkan diri demi menjaga integritas kariernya.
Baca Juga:Vieira: Bukan Cuma Rice, Ada 5 Bintang Arsenal Kini yang Tembus Tim 'The Invincibles'Pernah Dipuji Pep Guardiola sebagai Manajer Terbaik Dunia, Enzo Maresca Kini Jadi Bos Baru Man City
Domino Effect: Sarri hingga Jay Idzes Ikut Kena Getahnya
Begitu kabar hengkangnya Conte mengemuka, bursa pelatih Serie A langsung bergolak. Napoli sendiri kabarnya sudah menyiapkan Maurizio Sarri sebagai kandidat kuat pengganti. Skenario ini memicu domino effect yang kini mulai dirasakan oleh skuad promosi Venezia. Klub beraliansi “I Leoni Alati” yang baru saja dipromosikan ke Serie A itu terancam kehilangan pelatihnya, Giovanni Stroppa, yang masuk dalam daftar incaran klub-klub papan atas sebagai calon pengganti pelatih yang hengkang.
Situasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi sang kapten timnas Indonesia, Jay Idzes. Sepanjang musim 2025/2026, Stroppa menjadi aktor di balik kebangkitan Venezia yang berhasil menembus zona promesi. Jika sang pelatih pergi di saat Idzes baru saja bersiap menghadapi kerasnya kompetisi Serie A, hal ini bisa mengacaukan stabilitas tim dan bahkan memengaruhi rencana karier pemain belakang tersebut.
