RADARCIREBON.TV – Nama Endrick kembali mengguncang sepak bola Brasil. Wonderkid yang sempat diragukan setelah kesulitan menembus skuad utama Real Madrid itu kini justru muncul sebagai salah satu senjata baru Brasil menuju 2026 FIFA World Cup.
Keputusan berani meninggalkan Madrid dan bergabung dengan Olympique Lyonnais ternyata menjadi titik balik besar dalam kariernya. Di usia yang baru 19 tahun, Endrick mulai menunjukkan alasan mengapa dirinya pernah disebut sebagai calon penerus legenda sepak bola Brasil.
Endrick Pernah Kehilangan Arah di Real Madrid
Saat pertama datang ke Eropa, tekanan besar langsung menghantam Endrick. Status wonderkid dengan harga mahal membuat ekspektasi publik melambung tinggi.
Namun kenyataannya jauh dari harapan.
Baca Juga:Manchester United Mulai Bergerak Cari Gelandang Baru, Paul Scholes Soroti Elliot AndersonManchester United Mulai Dekati Mateus Fernandes, Michael Carrick Cari Pengganti Casemiro
Ia kesulitan mendapat menit bermain reguler di Real Madrid. Persaingan yang ketat membuat Endrick lebih sering duduk di bangku cadangan dibanding tampil di lapangan.
Kritik mulai berdatangan dari media Brasil. Banyak yang menilai Endrick terlalu cepat pindah ke klub sebesar Madrid. Bahkan sebagian fans mulai meragukan apakah dirinya benar-benar siap bermain di level tertinggi Eropa.
Situasi semakin rumit ketika pelatih Carlo Ancelotti dikabarkan meminta Endrick meningkatkan kualitas permainan dan mentalitasnya jika ingin bertahan di skuad utama.
Lyon Jadi Tempat Kebangkitan Endrick
Bursa transfer Januari menjadi momen penting bagi karier Endrick. Ia memilih hengkang ke Lyon demi mendapatkan kesempatan bermain yang lebih besar.
Keputusan itu sempat dianggap sebagai langkah mundur.
Namun justru di Prancis, Endrick menemukan kembali rasa percaya dirinya.
Bersama Lyon, striker muda Brasil itu tampil jauh lebih bebas dan agresif. Kecepatannya mulai merepotkan lini belakang lawan, sementara insting golnya kembali muncul.
Dalam 16 pertandingan Ligue 1, Endrick sukses mencetak 5 gol dan 7 assist. Catatan tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain muda paling efektif di kompetisi musim ini.
Performa apiknya juga berlanjut di ajang domestik dan Eropa. Ia mencatatkan 2 gol serta 1 assist di Piala Prancis, lalu menambah satu gol penting di UEFA Europa League.
Statistik itu perlahan membungkam kritik yang selama ini menghantamnya.
