Rupiah Berfluktuasi Sepanjang Mei 2026
Sepanjang bulan Mei 2026, rupiah terus bergerak fluktuatif. Beberapa kali mata uang Garuda ini menyentuh level terendah baru.
Berikut catatan pergerakan rupiah sepanjang Mei 2026:
- 5 Mei 2026: Rp17.400 per dolar AS
- 12 Mei 2026: Rp17.500 per dolar AS
- 15 Mei 2026: Rp17.600 per dolar AS
- 18 Mei 2026: Rp17.728 per dolar AS
- 21 Mei 2026: Rp17.675 per dolar AS (menguat tipis dari posisi terendah)
Meski sempat menguat dua hari berturut-turut pada awal pekan, tekanan terhadap rupiah masih sangat tinggi. Pelaku pasar masih cemas dengan ketidakpastian global.
BI Siap Intervensi
Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah menguras cadangan devisa sekitar 10 miliar dolar AS sejak awal tahun untuk mengintervensi pasar. Langkah ini dilakukan demi menjaga stabilitas rupiah.
Baca Juga:Bank Indonesia Kuras Cadangan Devisa 10 Miliar Dollar AS demi Selamatkan Rupiah, Ini Penjelasan Perry WarjiyoRupiah Sentuh Rp17.728 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Inflasi AS Jadi Biang Kerok
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa intervensi tidak hanya dilakukan di pasar spot, tetapi juga menggunakan instrumen swap, hedging, dan forward.
BI juga terus menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik investor asing. Imbal hasil yang lebih tinggi diharapkan bisa menahan arus modal keluar.
Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
Masyarakat diimbau untuk tidak panik menghadapi pelemahan rupiah. Pemerintah dan Bank Indonesia terus berkoordinasi menjaga stabilitas ekonomi.
Meski rupiah tertekan, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik. Inflasi terkendali di angka 2,4 persen, dan cadangan devisa masih di level aman.
Yang terpenting, masyarakat bijak dalam membelanjakan uang. Tidak perlu melakukan aksi borong yang justru bisa memperparah inflasi.
