RADARCIREBON.TV – Drama perebutan gelar Saudi Pro League 2025/2026 benar-benar mencapai puncaknya. Al Nassr dan Al Hilal saling kejar hingga pekan terakhir, dengan selisih yang nyaris tidak terlihat sepanjang musim. Dua raksasa Riyadh ini kembali membawa liga ke level ketegangan yang jarang terjadi: satu kesalahan kecil bisa mengubah segalanya.
Puncaknya terjadi di laga penutup musim, ketika Al Nassr memastikan kemenangan 4-1 atas Damac dan mengunci gelar juara. Al Hilal sudah melakukan tugas mereka dengan kemenangan di laga terakhir, tapi hasil itu belum cukup untuk mengubah posisi akhir klasemen.
Adu Konsistensi Dua Raksasa Hingga Pekan Terakhir
Sepanjang musim, Al Hilal sebenarnya tampil sangat stabil. Mereka mencatat rentetan tak terkalahkan terpanjang di liga, mencapai sekitar 30 laga tanpa kekalahan di semua kompetisi musim ini.
Baca Juga:Klasemen Akhir Saudi Pro League 2025/2026: Al Nassr Juara, Ronaldo Akhiri Puasa GelarArsenal Sudah Bangkit, Liverpool Sudah Selesai Menunggu, Kapan Manchester United Juara Lagi?
Namun Al Nassr punya cerita berbeda. Di bawah tekanan besar, mereka justru tampil lebih efisien di momen-momen krusial. Kemenangan-kemenangan tipis di akhir musim membuat mereka terus menempel hingga akhirnya mengambil alih di pekan terakhir.
Al Hilal sendiri beberapa kali kehilangan poin penting, termasuk hasil imbang melawan Al Taawoun 2-2 dan Al Ittihad 1-1. Sementara itu, Al Nassr menjaga momentum dengan kemenangan beruntun di fase akhir musim.
Statistik Musim: Tipis Tapi Sangat Menentukan
Secara angka, persaingan ini benar-benar ketat. Al Nassr mengakhiri musim dengan sekitar 86 poin, sementara Al Hilal menutup musim dengan 84 poin.
Selisih dua poin itu menggambarkan betapa kecilnya margin antara juara dan runner-up musim ini. Bahkan satu hasil imbang tambahan saja bisa mengubah arah gelar.
Dari sisi performa, Al Hilal unggul dalam penguasaan bola dan kontrol permainan. Mereka sering berada di atas 60 persen possession dalam banyak laga. Namun Al Nassr lebih tajam dalam penyelesaian akhir, dipimpin Cristiano Ronaldo yang mencetak 28 gol di semua kompetisi musim ini.
Momen Penentu: Pekan Terakhir yang Mengubah Segalanya
Laga terakhir menjadi panggung utama. Al Nassr tampil penuh tekanan, tapi justru bermain tanpa beban. Ronaldo mencetak dua gol dan memastikan kemenangan 4-1 atas Damac, yang langsung mengunci gelar juara.
