Lini Belakang Al Hilal Mulai Disorot, Kebobolan di Momen Krusial Jadi Masalah

Al hilal
Al hilal Image : @alhilal
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Al Hilal musim 2025/2026 masih berada di jalur persaingan papan atas Saudi Pro League, tapi ada satu catatan yang mulai sering dibicarakan: lini pertahanan mereka tidak se-“kering” musim-musim sebelumnya. Meski secara angka masih terlihat bagus, cara kebobolan di beberapa momen penting mulai jadi sorotan.

Dalam laga terakhir melawan Al Fayha yang berakhir 1-0, Al Hilal memang tidak kebobolan. Tapi rentetan pertandingan sebelumnya menunjukkan pola berbeda mulai dari laga ketat 1-1 kontra Al Ittihad hingga duel terbuka 2-2 melawan Al Taawoun. Di titik inilah tanda tanya mulai muncul.

Statistik Masih Kuat, Tapi Celah di Laga Besar Terlihat

Secara data musim ini, Al Hilal sebenarnya masih termasuk tim dengan pertahanan terbaik di liga. Mereka baru kebobolan sekitar 0,8–0,9 gol per laga di semua kompetisi, salah satu yang terendah di Saudi Pro League.

Baca Juga:Klasemen Akhir Saudi Pro League 2025/2026: Al Nassr Juara, Ronaldo Akhiri Puasa GelarArsenal Sudah Bangkit, Liverpool Sudah Selesai Menunggu, Kapan Manchester United Juara Lagi?

Namun angka itu tidak sepenuhnya menggambarkan cerita di lapangan. Dalam beberapa laga besar, Al Hilal justru terlihat lebih mudah ditembus saat transisi cepat lawan. Contohnya saat menghadapi Al Shabab dalam laga 5-3, di mana lini belakang mereka beberapa kali terlambat melakukan cover.

Hal serupa juga terlihat ketika menghadapi tim papan atas seperti Al Ittihad dan Al Taawoun, di mana mereka gagal menjaga keunggulan hingga laga benar-benar selesai.

Dominasi Bola Tidak Selalu Berarti Aman di Belakang

Al Hilal masih mendominasi hampir semua pertandingan dengan penguasaan bola tinggi, rata-rata di atas 60 persen. Namun dominasi itu tidak selalu membuat mereka aman dari tekanan balik lawan.

Masalah utama terlihat di momen transisi. Ketika kehilangan bola di area tengah, lawan sering mendapat ruang untuk langsung menusuk ke lini pertahanan. Situasi ini beberapa kali membuat bek harus bekerja ekstra dalam kondisi tidak ideal.

Duet lini belakang yang dihuni pemain berpengalaman sebenarnya masih cukup stabil, tapi koordinasi saat menghadapi serangan cepat belum selalu rapi. Inilah yang membuat beberapa kebobolan terasa “mudah terjadi”, meski secara keseluruhan statistik tetap bagus.

0 Komentar