Mantan gelandang tim nasional Inggris itu secara resmi mengungguli beberapa kandidat lain yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan posisi tersebut, termasuk **Unai Emery (Aston Villa) dan Andoni Iraola (Bournemouth) **, karena dianggap sebagai solusi sempurna untuk jangka panjang.
Dukungan penuh datang dari ruang ganti. Gelandang muda Kobbie Mainoo yang diorbitkan kembali oleh Carrick menyatakan siap “mati-matian” membela pelatihnya di lapangan. Striker andalan Matheus Cunha bahkan menyamakan aura kepemimpinan Carrick dengan sensasi yang mirip seperti Sir Alex Ferguson.
Selain itu, sang pelatih juga dinilai telah mengembalikan ‘rasa memiliki’ di ruang ganti yang sempat hilang. Kapten tim Bruno Fernandes juga dikabarkan menjadi salah satu motor utama yang mendorong manajemen untuk segera mempermanenkan Carrick.
Baca Juga:Bukan Cuma Satu, Dua Lokasi Nobar Persib Vs Persijap di Cirebon Sudah SiapBREAKING: Thomas Tuchel Coret Phil Foden & Harry Maguire, Ini Daftar 26 Pemain Inggris untuk Piala Dunia 2026
Modernisasi dan ‘Marquee Signings’ jadi PR Setan Merah
Meskipun performa tim membaik, Carrick dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun skuad yang lebih kompetitif. Kepergian Casemiro yang sudah dipastikan akan hengkang ke Inter Miami membuat lini tengah menjadi titik terlemah yang harus segera dibenahi.
Musim depan, Manchester United diperkirakan akan kembali memainkan hingga 60 pertandingan jika tampil di semua kompetisi. Oleh karena itu, kedalaman skuad menjadi prioritas utama. Carrick diyakini akan mendapatkan dukungan dana segar dari hasil partisipasi Liga Champions untuk memburu pemain bintang.
Dalam pernyataan resminya di laman klub, Carrick menyampaikan kebahagiaannya. “Membawa tanggung jawab memimpin klub sepak bola istimewa kami membuat saya sangat bangga. Selama lima bulan terakhir, para pemain telah menunjukkan kemampuan untuk mencapai standar ketahanan, kebersamaan, dan tekad yang kami tuntut di sini. Sekarang saatnya untuk melangkah maju bersama, dengan ambisi dan tujuan yang jelas,” ujar Carrick seperti dilansir BBC Sport.
Kini, yang tertinggal hanyalah membuktikan apakah kepercayaan ini benar-benar bisa membawa Manchester United kembali ke puncak kejayaan.
