Hal Ini Baru Terjadi Sekali: FC Bayern Kembali Ukir Rekor Fantastis di Piala DFB Sejak Era 2012/13

Harry Kane
merayakan gol hat-trick bersama rekan setimnya, Konrad Laimer dan Joshua Kimmich, di tengah lapangan Olympiastadion Berlin. Sumber img:@fcbayern
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Bukan sekadar meraih gelar ganda domestik, FC Bayern Munich baru saja menorehkan prestasi langka yang belum pernah terjadi dalam lebih dari satu dekade. Setelah mengunci gelar Bundesliga lebih awal, raksasa asal Bavaria itu resmi dinobatkan sebagai juara DFB-Pokal 2025/2026 usai membungkam VfB Stuttgart dengan skor telak 3-0 di Olympiastadion Berlin, Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat. Prestasi ini bukan sekadar tambahan piala biasa, melainkan kembalinya status sebagai “Double Winner” dan sekaligus menyamai rekor klub yang terakhir kali terjadi pada musim bersejarah 2012/2013.

Di tengat euforia kemenangan perdana di final Piala Jerman sejak 2020, Der Rekordmeister mulai tancap gas mencatatkan angka fantastis. Tidak hanya memastikan gelar juara, tim racikan Vincent Kompany ini juga bergerak memecahkan rekor internal yang sempat terkunci rapat selama 13 tahun lamanya.

Menyamai Rekor “Tim Sejarah” 2012/13

Dengan tambahan kemenangan di partai final melawan Stuttgart, Bayern Munich untuk pertama kalinya sejak era kepelatihan Jupp Heynckes berhasil memenangkan 46 pertandingan dalam satu musim. Pencapaian ini menyamai torehan spektakuler musim 2012/13 saat mereka meraih treble winner (Liga Champions, Bundesliga, DFB-Pokal) dengan catatan kemenangan yang sama persis.

Baca Juga:Klasemen Final Bundesliga 2025/2026: Bayern Juara, Siapa ke Eropa dan Siapa Turun?"Pembicaraan Berjalan Lancar": Lennart Karl Nyaris Gabung Rival Bundesliga Sebelum Pilih Bayern

Meskipun musim ini mereka gagal menembus final Liga Champions setelah dihentikan PSG di babak semifinal, dominasi Bayern di kompetisi domestik tidak terbantahkan. Mereka finis di puncak Bundesliga dengan koleksi 89 poin dan hanya menelan tiga kekalahan sepanjang musim. Prestasi ini menjadi bukti fondasi solid yang ditinggalkan oleh manajemen dan pelatih asal Belgia tersebut.

Kane Si Pemburu Rekor di Final

Sorotan utama tentu jatuh kepada mesin gol asal Inggris, Harry Kane. Ia tidak hanya menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Stuttgart, tetapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Jerman.

Dalam laga yang sempat diwarnai insiden asap dari suporter kedua kubu hingga mengakibatkan penghentian pertandingan, Kane berhasil mencatatkan trigol pada babak kedua (menit 55, 80, dan 90+2). Torehan ini menjadi hattrick pertama Kane di laga final dan membawanya mencatatkan rekor sebagai pemain keempat yang mencetak tiga gol di final DFB-Pokal, bergabung bersama nama-nama seperti Uwe Seeler dan Robert Lewandowski.

0 Komentar