Geopolitik Memanas, Rupiah Rontok dan Dolar AS Melesat Tajam Hari Ini

Nilai tukar
Rupiah melemah,Dolar makin melejit foto : pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menunjukkan penguatan tajam pada perdagangan hari ini. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di kisaran Rp17.885 per dolar AS akibat tekanan eksternal yang semakin besar.

Berdasarkan pantauan pasar valuta asing, kurs USD/IDR bergerak di rentang Rp17.855 hingga Rp17.885 per dolar AS. Pelemahan rupiah kali ini dipicu kombinasi sentimen global mulai dari memanasnya konflik geopolitik Timur Tengah hingga lonjakan harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran investor.

Situasi semakin berat karena pasar domestik sedang memasuki periode cuti bersama Iduladha sehingga aktivitas intervensi pasar oleh Bank Indonesia menjadi lebih terbatas dibanding hari normal.

Baca Juga:Bunga KUR BRI Mei 2026 untuk UMKM Pinjaman 50 Juta, Simak Simulasi Cicilan dan Syarat LengkapUpdate Kurs Dolar Rupiah 28 Mei 2026: Tembus Rp17.800, Pengamat Bilang Menteri Keuangan Stres!

Kurs Dolar Hari Ini

Berikut rincian pergerakan kurs dolar AS terhadap rupiah:

  • Kurs spot USD/IDR: Rp17.855 – Rp17.885
  • Posisi pembukaan: Rp17.855
  • Level tertinggi intraday: Rp17.904
  • Kurs JISDOR BI terakhir: Rp17.789

Sementara itu, beberapa bank nasional masih menggunakan acuan penutupan terakhir untuk transaksi retail valuta asing.

Kurs Dolar di Bank Hari Ini

Berikut kisaran kurs transaksi perbankan:

Kurs BNI

  • Kurs beli: Rp17.660
  • Kurs jual: Rp17.800

Perbedaan harga beli dan jual ini dipengaruhi biaya transaksi serta volatilitas pasar global yang sedang tinggi.

Penyebab Rupiah Melemah

Pelemahan rupiah kali ini bukan hanya dipengaruhi faktor domestik. Ada beberapa faktor global yang menjadi penyebab utama:

  • Konflik geopolitik Timur Tengah memanas
  • Harga minyak mentah dunia melonjak
  • Dolar AS menguat terhadap mata uang global
  • Investor asing mulai keluar dari emerging market
  • Aktivitas pasar domestik menurun akibat libur panjang

Ketika tensi geopolitik meningkat, investor global biasanya mencari aset aman seperti dolar AS dan emas. Akibatnya mata uang negara berkembang termasuk rupiah mengalami tekanan.

Dampak Dolar Naik ke Masyarakat

Penguatan dolar AS berpotensi berdampak langsung terhadap berbagai sektor ekonomi nasional, di antaranya:

Baca Juga:Cara Pengajuan KUR BRI Online 2026, Syarat Lengkap dan Tips Cepat CairCara Kerja Online dari Rumah 2026, Penghasilan Bisa Tembus Rp5 Juta per Bulan

  • Harga barang impor naik
  • Tiket pesawat internasional lebih mahal
  • Biaya pendidikan luar negeri meningkat
  • Harga BBM berpotensi terdorong
  • Tekanan inflasi domestik bertambah

Bagi masyarakat yang memiliki cicilan atau transaksi menggunakan dolar AS, kondisi ini tentu menjadi perhatian serius.

0 Komentar