Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara di tepi Jalur Pantura Arjawinangun Kabupaten Cirebon memprihatinkan. Tumpukan sampah yang meluber hingga di luar area TPS menimbulkan bau busuk menyengat dan mengganggu pengendara.
Sampah menggunung dan meluber hingga ke luar area Tempat Pembuangan Sampah Sementara atau TPS desa ditepi Jalur Pantura Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Volume sampah yang terus bertambah, tidak sebanding dengan proses pengangkutan yang dinilai lambat. Akibatnya, sampah menumpuk di bahu jalan dan menimbulkan bau busuk menyengat.
Kondisi ini dikeluhkan pengendara yang setiap hari melintas di Jalur Pantura. Selain mengganggu kenyamanan, bau menyengat juga dinilai membahayakan karena dapat mengurangi konsentrasi saat berkendara. Saat siang hari, bau sampah tercium semakin menyengat terlebih saat cuaca panas. Tumpukan sampah juga memicu banyak lalat dan dikhawatirkan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga:Tak Dikelola Dengan Baik, Sampah TPS Desa Tegalkarang Tutup JUT – VideoTPS Pasar Minggu Palimanan Luber, Pedagang Pilih Tutup Lapak – Video
Warga berharap Pemerintah Daerah dan Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan penanganan serius, termasuk menormalkan pengangkutan sampah dan menata kembali area TPS agar tidak terus meluber ke badan jalan. Kondisi TPS yang meluber di tepi Jalur Pantura ini menjadi potret masalah pengelolaan sampah yang belum tertangani maksimal. Jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah dikhawatirkan akan terus membesar dan mengganggu lingkungan serta aktivitas pengguna jalan.
Sementara, tidak optimalnya pengangkutan sampah di wilayah barat Kabupaten Cirebon oleh Dinss Lingkungan Hidup, menyebabkan banyak titik TPS desa maupun TPS liar yang semakin parah kondisi penumpukan sampah. Penanganan sampah yang belum optimal, menyebabkan persoalan serius terhadap pencemaran dan ancaman kesehatan masyarakat.