Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Wanakaya Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon dipastikan tidak menerima penyertaan modal dari dana desa pada tahun dua ribu dua puluh enam. Pemerintah desa menyebut kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pengembangan usaha desa yang selama ini berbasis pertanian.
Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Wanakaya Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon dipastikan tidak menerima penyertaan modal dari dana desa pada tahun dua ribu dua puluh enam.
Staf Ekonomi dan Pembangunan Desa Wanakaya, Jojo Sumarjo, menjelaskan, selama ini BUMDes menjadi sarana pemasaran hasil pertanian dengan membeli gabah petani, mengolahnya menjadi beras, kemudian menjual kembali kepada masyarakat. Sebelumnya, dari total dana desa sekitar satu miliar rupiah, BUMDes mendapat penyertaan modal sekitar dua ratus juta rupiah untuk menjalankan usahanya.
Baca Juga:PAN Kota Cirebon Perkuat Akar Rumput Lewat Program Kemasyarakatan – VideoMuscab PAN Kota Cirebon Optimis Capai Target Ambisius Pada Pemilu 2029 – Video
Namun memasuki tahun dua ribu dua puluh enam, BUMDes tidak lagi mendapat alokasi anggaran. Bahkan pemerintah desa menyebut hingga tahun dua ribu dua puluh sembilan belum ada penyertaan modal bagi BUMDes.
Jojo menyebut informasi yang diterima pemerintah desa, alokasi dana tersebut dialihkan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes. Di sisi lain, kondisi tersebut terjadi saat sektor pertanian juga sedang menghadapi dampak perubahan iklim yang menurunkan produktivitas hasil panen.
Pemerintah desa berharap pemerintah pusat kembali memberikan dukungan pendanaan bagi BUMDes agar tetap dapat menjadi penggerak ekonomi dan pemasaran hasil pertanian masyarakat.