Keberadaan pedagang kaki lima atau PKL liar di sepanjang Jalan Gebang–Waled, tepatnya di depan PG Tersana Baru, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, semakin menjamur. Warga mengeluhkan lapak dan bangunan semi permanen yang berdiri di bahu jalan karena dinilai mengganggu ketertiban, mempersempit akses lalu lintas, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
PKL liar di sepanjang Jalan Gebang–Waled, tepatnya di depan PG Tersana Baru, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, semakin menjamur. Deretan lapak PKL terlihat memenuhi bahu Jalan Gebang–Waled di depan PG Tersana Baru, awalnya hanya beberapa pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. Namun seiring waktu, jumlah pedagang terus bertambah hingga hampir sepanjang ruas jalan dipenuhi lapak dan bangunan semi permanen.
Kondisi ini dikeluhkan warga karena kendaraan para pembeli kerap parkir sembarangan di badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi terganggu dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat jam-jam sibuk.
Baca Juga:BK Undang DPD Dan Fraksi Nasdem Terkait Dugaan Pelanggaran Etik HSG – VideoTPA Gunung Santri Tutup, Pengelolaan Sampah Terganggu – Video
Salah seorang warga Babakan, Heri Mulyana mengatakan, keberadaan PKL liar tersebut kini semakin tidak terkendali dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Aktivitas perdagangan yang berkembang tanpa penataan telah mengubah kawasan tersebut menjadi titik rawan kecelakaan. Bahkan, salah satu anggota keluarganya pernah mengalami kecelakaan akibat menabrak kendaraan yang parkir sembarangan di sekitar lokasi PKL.
Warga juga menyebut sebagian lahan yang digunakan para pedagang merupakan aset milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon, sementara sebagian lainnya merupakan lahan milik PG Tersana Baru.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Satpol PP segera melakukan penertiban dan penataan kawasan tersebut agar fungsi jalan kembali normal serta keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.