RADARCIREBON.TV- Minyak dari kawasan Timur Tengah masih menjadi penopang utama kebutuhan energi sejumlah negara di dunia. Namun, tingkat ketergantungan masing-masing negara terhadap pasokan minyak dari kawasan tersebut berbeda-beda.
Berdasarkan data IEA World Energy Statistics 2024 yang dirangkum EnergyRanked, Jepang menjadi salah satu ekonomi besar dengan ketergantungan tinggi terhadap minyak kawasan Timur Tengah.
Impor dari kawasan itu setara dengan 77 persen konsumsi minyak domestik Jepang. Selain Jepang, Taiwan, Korea Selatan, India, dan China juga tercatat masih mengandalkan pasokan minyak Timur Tengah dalam jumlah besar.
Baca Juga:Daftar Harga HP vivo V Series Edisi Juni 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?Jadwal AVC Cup 2026 Putra Hari Ini 21 Juni: Pertandingan Timnas Indonesia vs Korea Selatan, Main Jam Berapa?
Di sisi lain, negara-negara Amerika Utara seperti Amerika Serikat (AS) dan Kanada hanya memenuhi sebagian kecil kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah karena ditopang produksi domestik dan sumber pasokan lain.
1. Negara-negara Asia masih menjadi pasar utama minyak Timur Tengah
Meski posisi teratas ditempati negara-negara dengan ekonomi relatif kecil, seperti Eritrea yang mencatat ketergantungan 91 persen dan Madagaskar 89 persen, sejumlah negara Asia tetap menjadi sorotan karena besarnya peran mereka dalam pasar energi global.
Jepang menempati peringkat keempat dengan porsi impor minyak dari Timur Tengah mencapai 77 persen dari total konsumsi domestiknya. Taiwan mencatat 63 persen, Korea Selatan 57 persen, India 45 persen, dan China 38 persen.
Pakistan juga masuk kelompok negara dengan ketergantungan tinggi, yakni 78 persen. Sementara itu, Sri Lanka dan Thailand masing-masing mencatat angka 50 persen, sedangkan India berada di level 45 persen.
2. Penyebab Asia Timur sangat bergantung minyak kawasan Timur Tengah
Tingginya ketergantungan sejumlah negara Asia Timur terhadap minyak Timur Tengah tidak lepas dari besarnya kebutuhan energi di kawasan tersebut. Banyak negara mengonsumsi minyak dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan kapasitas produksinya sendiri.
Kondisi itu membuat impor menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan sektor transportasi, industri, hingga petrokimia. Dalam rantai pasok global, Timur Tengah masih menjadi pusat ekspor minyak mentah terbesar.
Jepang menjadi salah satu contoh yang paling menonjol karena memiliki sumber daya bahan bakar fosil domestik yang terbatas.
Baca Juga:Prediksi Pertandingan Prancis vs Irak: Saatnya Mbappe Menggila dan Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026!Jadwal Final Badminton Macau Open 2026 Hari Ini 21 Jun: Indonesia Sisakan 1 Wakil di Partai Puncak
Sementara itu, India dan China mencatat tingkat ketergantungan yang lebih rendah dibanding Jepang, masing-masing 45 persen dan 38 persen, tetapi volume impor keduanya tetap besar seiring ukuran ekonomi yang sangat besar.
