“El Niño 2026 diperkirakan tidak akan mencapai tingkat ekstrem. Namun, musim kemarau diprediksi berlangsung lebih lama dengan curah hujan yang berada di bawah rata-rata klimatologis,” kata Albertus.
Secara ilmiah, alasan Godzilla El Nino absen tahun ini karena kondisi suhu Samudra Hindia (IOD) masih terpantau normal. Selain itu, Indonesia baru saja dihantam El Nino kuat pada periode 2023–2024 lalu, sehingga lautan belum mengumpulkan cukup energi untuk membuat siklus ekstrem dalam waktu sedekat ini.
Daerah yang Perlu Waspada Ekstra
Walau intensitasnya moderat, ancaman kekeringan nyata tetap mengintai beberapa wilayah. BRIN memprediksi wilayah Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat seperti Bekasi, Cirebon, Kuningan, dan Kota Bandung, berpotensi mengalami kondisi yang sangat kering pada puncaknya di bulan Agustus nanti. Secara umum, peluang terjadinya kemarau panjang tahun ini mencapai angka 81%.
Baca Juga:DPR Usul Gaji Guru Minimal Rp5 Juta per Bulan, Prabowo Akui Anggaran Jadi KendalaApple Resmi Naikkan Harga MacBook dan iPad, iPhone Masih Aman? Ini Daftar Harga Terbarunya
Sebagai catatan untuk jangka panjang, BRIN justru menemukan adanya alarm peringatan dini untuk akhir tahun 2027 hingga pertengahan 2028.
Pada periode tersebut, risiko kemunculan El Nino ekstrem diprediksi naik hingga mendekati 40%, yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk menyiapkan strategi mitigasi sejak dini.
