Tak Hanya Ramah Lingkungan, Mobil Listrik Ubah Cara Orang Berkendara

Beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke electric vehicle , bukan hanya soal mengganti jenis kendaraan.
src-img : pexels
0 Komentar

Yannes menilai kendaraan listrik memiliki beberapa kelebihan dibanding mobil bermesin ICE, antara lain:

  • Akselerasi lebih responsif.
  • Kabin lebih senyap dan minim getaran.
  • Biaya operasional lebih rendah.
  • Biaya perawatan lebih hemat dibanding kendaraan konvensional.

Keunggulan tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Range Anxiety Masih Jadi Kekhawatiran Konsumen

Infrastruktur SPKLU Belum Merata

Salah satu hambatan utama dalam adopsi kendaraan listrik adalah range anxiety, yaitu kekhawatiran baterai habis di tengah perjalanan.

Baca Juga:Harga BBM Terus Naik, Lebih Untung Beli Mobil Hybrid atau Mobil Listrik?Punya Budget Rp150-200 Jutaan? Ini 4 Mobil Listrik Paling Worth It di Tahun 2026

Kondisi tersebut masih dirasakan sebagian masyarakat karena infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) belum tersebar merata di berbagai daerah.

Hingga Desember 2025, jumlah SPKLU aktif tercatat mencapai 4.778 unit yang tersebar di 3.093 lokasi.

Selain itu, isu keselamatan baterai pada kondisi ekstrem serta nilai jual kembali kendaraan listrik juga masih menjadi perhatian sebagian calon konsumen.

Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Terus Bertambah

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Hingga Maret 2026, populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 358.205 unit, yang terdiri atas:

  • 236.451 unit sepeda motor listrik.
  • 119.638 unit mobil penumpang listrik.
  • 798 unit bus listrik.
  • 537 kendaraan komersial listrik.
  • Kategori kendaraan listrik lainnya.

Angka tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat, meski pengembangan infrastruktur pendukung masih menjadi pekerjaan yang perlu terus dilakukan.

0 Komentar