Ngeri! Ketua Parlemen Iran Masuk Daftar Target Pembunuhan Israel

Mohammad Bagher Ghalibaf berbicara di podium parlemen Iran
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf disebut-sebut masuk dalam daftar target pembunuhan Israel di tengah ketegangan Timur Tengah Foto: @dr_mohammad_bagher_ghalibaf
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nama Mohammad Bagher Ghalibaf kembali menjadi perhatian dunia di tengah memanasnya dinamika politik dan keamanan Timur Tengah. Ketua Parlemen Iran tersebut disebut-sebut masuk dalam daftar tokoh yang berpotensi menjadi target pembunuhan di tengah ketegangan yang melibatkan Iran dan Israel.

Meski kabar tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh Israel, kemunculan nama Ghalibaf dalam berbagai laporan media internasional menunjukkan betapa strategisnya posisi politik yang ia miliki di Republik Islam Iran.

Lalu, siapa sebenarnya Mohammad Bagher Ghalibaf dan bagaimana perjalanan kariernya hingga menjadi salah satu figur paling berpengaruh di Iran?

Baca Juga:Benjamin Netanyahu Dapat Seruan "Mundur" di Acara Wisuda Militer IsraelPerang, Iran dan AS Apakah Bisa Ikut Piala Dunia 2026? Cek Aturan FIFA Soal Konflik dan Partisipasi

Dari Medan Perang ke Pusat Kekuasaan Iran

Mohammad Bagher Ghalibaf lahir di Mashhad pada 1961. Kariernya mulai menanjak ketika bergabung dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran saat Perang Iran-Irak pada dekade 1980-an.

Di usia yang relatif muda, ia dipercaya memimpin sejumlah unit penting dalam IRGC. Pengalaman militer tersebut menjadi fondasi kuat yang membawanya masuk ke lingkaran elite keamanan dan politik Iran.

Setelah perang berakhir, Ghalibaf terus meniti karier di sektor keamanan. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara Garda Revolusi sebelum dipercaya memimpin Kepolisian Nasional Iran pada periode 2000 hingga 2005.

Perjalanan panjang di dunia militer membuatnya dikenal sebagai sosok yang disiplin, tegas, dan memiliki jaringan luas di kalangan elite keamanan Iran.

Membangun Karier Politik Lewat Teheran

Nama Ghalibaf semakin dikenal publik setelah terpilih sebagai Wali Kota Teheran pada 2005. Jabatan tersebut diembannya selama sekitar 12 tahun hingga 2017.

Selama memimpin ibu kota Iran, ia dikenal mendorong berbagai proyek pembangunan infrastruktur, mulai dari pengembangan jaringan transportasi publik, perluasan metro, hingga pembangunan jalan raya dan fasilitas perkotaan lainnya.

Pendukungnya menilai Ghalibaf sebagai administrator yang efektif dan berorientasi pada hasil. Namun, masa kepemimpinannya juga tidak lepas dari kritik. Sejumlah pihak menyoroti isu transparansi serta dugaan penyimpangan dalam beberapa proyek pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.

Baca Juga:Prediksi Susunan Pemain Kolombia vs Portugal: Luis Diaz dan James Rodriguez Starter!Head to Head Kolombia vs Portugal: Pertemuan Perdana di Piala Dunia, Dua Raksasa Siap Berduel di Grup K!

Terlepas dari kontroversi yang muncul, kiprahnya sebagai wali kota berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh konservatif paling menonjol di Iran.

0 Komentar