Prioritas utama Danantara adalah mendorong PT Pos Indonesia menjadi perusahaan yang:
- Sehat
- Profesional
- Akuntabel
- Berintegritas
Dengan demikian, perusahaan diharapkan mampu menjalankan mandat pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
PT Pos Indonesia Pastikan Operasional Tetap Berjalan
Di tengah pengunduran diri Direktur Utama, PT Pos Indonesia memastikan seluruh kegiatan operasional perusahaan tetap berlangsung normal.
Baca Juga:AirAsia Resmi Hentikan Penerbangan Langsung Jakarta-Singapura Mulai 1 Juli 2026Danantara Mulai Bersih-bersih PT Pos, Indikasi Rekayasa Keuangan Terungkap
Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyatakan pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan tidak mengalami gangguan meskipun terjadi perubahan di jajaran pimpinan perusahaan.
Kinerja Keuangan PT Pos Indonesia Mengalami Penurunan
Sebelum mengundurkan diri, Daud Joseph sempat memaparkan kondisi keuangan PT Pos Indonesia dalam rapat kerja bersama Komisi VI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Senin (22/6).
Pendapatan Turun Menjadi Rp3,9 Triliun
Menurut Daud, pendapatan usaha PT Pos Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp3,9 triliun atau sekitar 63 persen dari target Rp6,2 triliun.
Dampaknya, target laba kotor (gross profit) sebesar Rp2,4 triliun hanya terealisasi sekitar Rp1,5 triliun. Sementara EBITDA atau net income yang ditargetkan Rp800 miliar hanya mencapai sekitar Rp300 miliar.
Bisnis Logistik Mengalami Penurunan Signifikan
Penurunan paling besar terjadi pada portofolio bisnis logistik.
Daud menjelaskan pendapatan sektor tersebut yang sebelumnya mencapai sekitar Rp2 triliun turun menjadi sekitar Rp600 miliar. Kondisi itu dipengaruhi tidak lagi adanya sejumlah program distribusi pemerintah, seperti distribusi bantuan pangan dan beras.
Meski demikian, layanan logistik kurir untuk pengiriman di bawah 30 kilogram disebut masih bertahan dengan pendapatan sekitar Rp1,8 triliun.
Baca Juga:Banyak Disorot, Ini Arti Prosesi Injak Kepala Kerbau yang Dilakukan JokowiTak Hanya Ramah Lingkungan, Mobil Listrik Ubah Cara Orang Berkendara
Kontribusi Proyek Pemerintah Turut Mempengaruhi Pendapatan
Selain bisnis logistik, layanan jasa keuangan seperti pensiun, kredit, transfer, dan pembayaran tagihan masih mencatat pendapatan sekitar Rp1,2 triliun.
Sementara itu, layanan properti mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, meski kontribusinya terhadap pendapatan perusahaan masih relatif kecil.
Pendapatan Bergantung pada Proyek Pemerintah
Daud juga menjelaskan bahwa selama lima tahun terakhir kinerja keuangan PT Pos Indonesia didukung oleh berbagai proyek pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial dan distribusi bantuan pangan.
Menurutnya, ketika nilai proyek pemerintah pada 2025 turun menjadi sekitar Rp300 miliar, total pendapatan perusahaan ikut merosot hingga berada di angka Rp3,9 triliun.
