Pegiat seni dan budaya mendorong masyarakat kembali menggunakan gerabah khas Sitiwinangun. Selain lebih ramah lingkungan, gerabah juga dinilai mampu memininalisir penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari keberlangsungan warisan budaya Cirebon.
Di tengah berkurangnya penggunaan gerabah dalam kehidupan masyarakat, pegiat seni dan budaya mendorong agar produk gerabah Sitiwinangun kembali menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Pegiat budaya, Made Casta, menyatakan gerabah memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang dapat terus dikembangkan. Namun menurutnya, pelestarian tidak akan berhasil tanpa dukungan dan apresiasi masyarakat.
Baca Juga:Ujian Kompetensi Peserta Didik LKP Budi Cindrawati – VideoLomba Senam Kreasi Beregu RCTV & KORMI Kab. Cirebon – Video
Made menilai, penggunaan gerabah dapat menjadi salah satu langkah mengurangi ketergantungan terhadap plastik yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Selain menumbuhkan kesadaran budaya, penggunaan gerabah juga dinilai mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kebanggaan terhadap budaya tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pengakuan, namun juga perlu diwujudkan dengan menggunakan produk budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kehadiran gerabah di rumah masyarakat menjadi bentuk nyata apresiasi terhadap para perajin.
Perajin, dan masyarakat dapat berkolaborasi menghidupkan kembali tradisi penggunaan gerabah, agar warisan budaya Cirebon tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.