Kekayaan seni dan budaya Cirebon dinilai perlu dikenalkan lebih luas kepada generasi muda. Pegiat seni mendorong agar berbagai kesenian lokal menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah melalui kurikulum berbasis kearifan lokal.
Beragam kesenian Cirebon, mulai dari tari, musik tradisional, teater, hingga gerabah, dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan materi pembelajaran di sekolah. Pegiat seni, Waryo Sela menyebut, Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan materi pembelajaran berdasarkan kearifan lokal di lingkungan masing-masing.
Waryo menjelaskan, pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak harus selalu menggunakan sarana yang mahal. Sekolah dapat memanfaatkan potensi seni yang berada di lingkungan sekitar, seperti gerabah, tari tradisional, maupun kesenian rakyat lainnya.
Baca Juga:Ujian Kompetensi Peserta Didik LKP Budi Cindrawati – VideoLomba Senam Kreasi Beregu RCTV & KORMI Kab. Cirebon – Video
Menurutnya, proses pelestarian budaya harus dimulai dari tahap mengenal, dilanjutkan dengan membelajari dan mempraktikkan, hingga akhirnya tumbuh rasa cinta terhadap budaya daerah. Dengan cara tersebut, regenerasi seniman dan budayawan diharapkan dapat terus berlangsung.
Waryo mengungkapkan, program seniman masuk sekolah dapat menjadi jembatan dalam proses pewarisan seni tradisi, meski masih terdapat kendala seperti keterbatasan sarana dan tenaga pengajar di bidang kesenian.
Melalui dunia pendidikan, pelestarian budaya diharapkan tidak hanya bergantung pada sanggar maupun keluarga, namun juga menjadi bagian dari proses belajar generasi muda di sekolah.