Rotasi Ban yang Tidak Pernah Dilakukan
Setiap posisi ban di mobil (depan, belakang, kiri, kanan) menerima beban dan gaya yang berbeda. Ban depan, misalnya, menanggung beban mesin yang berat dan juga bertanggung jawab untuk kemudi, sehingga cenderung lebih cepat aus dibandingkan ban belakang. Jika Anda tidak pernah melakukan rotasi ban, maka perbedaan keausan ini akan semakin parah.
Rotasi ban adalah proses memindahkan posisi ban secara berkala, misalnya dari depan ke belakang atau menyilang, untuk menyamakan tingkat keausan di semua ban. Dengan melakukan rotasi, Anda bisa memperpanjang usia pakai ban secara keseluruhan. Umumnya, rotasi ban disarankan setiap 10.000 kilometer atau sesuai dengan anjuran dalam buku manual kendaraan.
Kondisi Jalan yang Buruk
Faktor eksternal seperti kondisi jalan yang buruk juga tidak bisa diabaikan. Jalanan berlubang, berbatu, atau memiliki permukaan kasar akan mempercepat keausan tapak ban. Benturan keras saat melewati lubang atau polisi tidur dapat membuat ban benjol, velg penyok, dan permukaan ban menjadi tidak rata.
Baca Juga:Mobil Listrik hingga Hybrid Dinilai Lebih Efektif Dibanding Program B50Tak Hanya Ramah Lingkungan, Mobil Listrik Ubah Cara Orang Berkendara
Untuk meminimalkan dampak buruk ini, usahakan mengurangi kecepatan saat melewati jalan rusak. Jika Anda sering melintasi medan off-road, gunakan ban dengan tapak yang lebih kasar yang memang didesain untuk kondisi tersebut.
Memilih Ban yang Tidak Tepat
Menggunakan ban yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan juga dapat menjadi penyebab ban cepat habis. Setiap ban memiliki kemampuan berbeda dalam menangani kecepatan, menahan beban, dan mencengkeram medan tertentu. Memilih ban dengan indeks beban dan kecepatan di bawah rekomendasi pabrikan akan membuat ban bekerja di luar kemampuannya, sehingga aus lebih cepat.
Selain itu, perhatikan juga indikator keausan tapak atau Tread Wear Indicator (TWI) yang terdapat pada ban. TWI adalah tonjolan kecil di alur ban yang berfungsi sebagai tanda batas aman ketebalan tapak. Jika tapak ban sudah rata dengan TWI atau ketebalannya kurang dari 1,4 mm, maka ban harus segera diganti. Mengabaikan TWI sangat berbahaya, terutama di musim hujan, karena ban yang botak akan mudah mengalami aquaplaning atau mengambang di atas air sehingga kehilangan cengkeraman.
