RADARCIREBON.TV – Sinergi antara Perum BULOG, Komisi IV DPR RI, pemerintah daerah, dan para petani terus diperkuat sebagai langkah mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut ditunjukkan melalui Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Selain itu, kunjungan tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai kebijakan yang mendukung produksi dan penyerapan hasil panen.
BULOG dan DPR Perkuat Kolaborasi Demi Ketahanan Pangan
Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi beserta anggota Komisi IV DPR RI. Turut hadir Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN).
Baca Juga:Produksi Beras dan Jagung RI Tertinggi Sepanjang Sejarah, Prabowo Soroti Keberhasilan Swasembada PanganCadangan Beras Di Perum Bulog Cirebon Masih Ada Sekitar 220 Ribu Ton Lebih – Video
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional melalui kerja sama yang melibatkan pemerintah, BUMN, DPR RI, hingga para petani sebagai pelaku utama di sektor pertanian.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan Sektor Pangan
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pencapaian sektor pangan Indonesia merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
Menurutnya, hingga saat ini stok beras nasional telah mencapai 5,4 juta ton, yang menjadi jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan nasional.
Ahmad Rizal juga menyampaikan optimisme bahwa sinergi yang telah terjalin akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia secara berkelanjutan.
Penyerapan Gabah BULOG Terus Berjalan
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rizal menjelaskan bahwa keberhasilan penyerapan gabah tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak.
Ia menyebut keterlibatan petani, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pupuk Indonesia, hingga Tim Jemput Gabah BULOG menjadi faktor penting dalam mendukung program pemerintah.
Realisasi Penyerapan Gabah Semester I 2026
Beberapa capaian yang disampaikan antara lain:
- Stok beras nasional mencapai 5,4 juta ton.
- Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai Instruksi Presiden.
- Hingga semester I 2026, BULOG telah menyerap 3,2 juta ton gabah dari target 4 juta ton.
