Mendengkur dan Sering Mengantuk di Siang Hari? Kenali Gejala Sleep Apnea

Mendengkur sering kali dianggap sebagai kebiasaan tidur yang biasa dan hanya mengganggu orang di sekitar.
Mendengkur terus-menerus bisa menjadi tanda sleep apnea yang meningkatkan risiko stroke. src-img : pexels
0 Komentar

  • Tekanan darah meningkat.
  • Pembuluh darah mengalami kerusakan.
  • Risiko terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah menjadi lebih tinggi.

Kombinasi berbagai faktor tersebut akhirnya berkontribusi terhadap meningkatnya risiko stroke sekaligus penyakit jantung.

Penelitian Mendukung Kaitan Mendengkur dan Stroke

Hubungan antara kebiasaan mendengkur dengan risiko stroke juga diperkuat oleh sejumlah penelitian ilmiah.

Risiko Stroke Lebih Tinggi pada Orang yang Mendengkur

Studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Neurology menunjukkan bahwa orang yang mendengkur memiliki risiko stroke sekitar 46 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mendengkur.

Baca Juga:Hati-Hati Saat PDKT, Ini 7 Red Flag dalam Chat yang Sering TerjadiGolongan Darah Ini Disebut Punya Risiko Stroke Lebih Tinggi, Simak Temuan Peneliti

Sementara itu, penelitian yang dimuat dalam International Journal of Cardiology menemukan bahwa habitual snoring, yaitu kebiasaan mendengkur lebih dari tiga malam dalam satu pekan, berkaitan dengan peningkatan risiko stroke yang bermakna dibandingkan orang yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.

Faktor Lain yang Ikut Meningkatkan Risiko Stroke

Dr. Rony menegaskan bahwa mendengkur bukan satu-satunya penyebab meningkatnya risiko stroke. Risiko akan semakin besar apabila seseorang juga memiliki faktor-faktor berikut:

  • Hipertensi.
  • Diabetes.
  • Kolesterol tinggi.
  • Obesitas.
  • Kebiasaan merokok.
  • Riwayat penyakit kardiovaskular dalam keluarga.

Karena itu, menjaga kesehatan secara menyeluruh tetap menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit pembuluh darah dan jantung.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Masyarakat, terutama yang telah berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, disarankan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.

Selain itu, konsultasi dengan dokter sebaiknya segera dilakukan apabila mengalami kondisi seperti:

  • Mendengkur disertai henti napas saat tidur.
  • Sering mengantuk pada siang hari tanpa penyebab yang jelas.
  • Pasangan atau anggota keluarga melihat adanya jeda napas saat tidur.

Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius, termasuk stroke dan penyakit jantung.

Pentingnya Mengenali Gejala Sejak Dini

Mendengkur memang tidak selalu menandakan adanya penyakit serius. Namun, jika terjadi terus-menerus disertai gejala khas obstructive sleep apnea, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan sejak dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko stroke, terutama bagi mereka yang juga memiliki faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, atau diabetes.

0 Komentar