RADARCIREBON.TV – Banyak orang berusaha memenuhi anjuran tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam demi menjaga kesehatan. Berbagai aplikasi hingga smartwatch pun kini dimanfaatkan untuk memantau durasi dan kualitas tidur. Namun, para ahli mengingatkan bahwa mengejar angka 8 jam setiap malam bukanlah satu-satunya tolok ukur tidur yang sehat.
Meski terlihat seperti aktivitas yang pasif, tidur merupakan proses biologis yang sangat penting bagi tubuh. Saat seseorang tertidur, tubuh menjalankan berbagai fungsi pemulihan, mulai dari memperbaiki jaringan dan otot, membantu menurunkan tekanan darah, hingga membersihkan sisa metabolisme yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Karena itu, kurang tidur maupun tidur berlebihan sama-sama tidak dianjurkan. Keduanya diketahui dapat berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan sehingga menjaga pola tidur tetap seimbang menjadi hal yang penting.
Baca Juga:5 Minuman yang Baik Dikonsumsi Sebelum Tidur agar Tidur Lebih NyenyakKram Kaki Saat Tidur: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tips Mencegahnya
Durasi Tidur Ideal Tidak Sama untuk Semua Orang
Selama ini, rekomendasi tidur 7 hingga 8 jam per malam memang menjadi acuan yang banyak digunakan. Namun, menurut Direktur Pengobatan Perilaku Tidur di Universitas Pennsylvania, Michael Perlis, rekomendasi tersebut tidak dapat diterapkan secara mutlak kepada setiap individu.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tidur setiap orang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Artinya, durasi tidur ideal bisa saja berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.
Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Tidur
Beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan tidur seseorang meliputi:
- Jenis kelamin
- Usia
- Durasi periode terjaga dalam aktivitas sehari-hari
- Tingkat aktivitas mental dan fisik
- Kondisi kesehatan
- Kebutuhan tidur dasar masing-masing individu
Menurut Perlis, rekomendasi medis memang efektif bagi banyak orang, tetapi tidak selalu sesuai untuk semua individu karena setiap tubuh memiliki kebutuhan yang berbeda.
Kualitas Tidur Lebih Penting daripada Sekadar Durasi
Selain durasi, kualitas tidur menjadi aspek yang tidak kalah penting. Tidur dengan waktu yang lebih singkat belum tentu lebih buruk apabila berlangsung nyenyak dan dilakukan secara konsisten setiap malam.
Sebaliknya, tidur selama delapan jam tidak selalu memberikan manfaat maksimal apabila sering terbangun, dipenuhi rasa cemas, atau memiliki jadwal tidur yang berubah-ubah setiap hari.
