Perlis menilai bahwa tidur sekitar 6,5 jam yang berkualitas dan dilakukan secara rutin pada jam yang sama setiap malam bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan tidur delapan jam tetapi tidak berkualitas.
Konsistensi waktu tidur membantu tubuh mempertahankan ritme alami sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih optimal.
Jangan Terlalu Terpaku pada Angka di Smartwatch
Perkembangan teknologi membuat banyak orang semakin mudah memantau kebiasaan tidur melalui smartwatch atau perangkat pelacak kesehatan lainnya. Informasi tersebut memang dapat membantu mengevaluasi pola istirahat.
Baca Juga:5 Minuman yang Baik Dikonsumsi Sebelum Tidur agar Tidur Lebih NyenyakKram Kaki Saat Tidur: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tips Mencegahnya
Namun, mengejar target durasi tidur semata tanpa memperhatikan kualitas dan keteraturan justru bukan pendekatan yang paling tepat. Yang lebih penting adalah memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup sesuai kebutuhannya masing-masing.
