Rupiah Melemah ke Rp17.936 per Dolar AS: Konflik Timur Tengah dan Suku Bunga AS Jadi Biang Kerok

Ilustrasi rupiah
Ilustrasi rupiah hari ini anjlok ke Rp17.846 Foto: pexels
0 Komentar

Ia menilai investor akan terus memantau perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, pergerakan indeks dolar AS, ekspektasi menjelang rapat The Fed, serta arus dana asing di pasar saham dan obligasi domestik. “Selama belum ada katalis positif baru, pergerakan rupiah cenderung masih berada dalam tekanan moderat,” katanya.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga menyebut bahwa apabila perkembangan di Timur Tengah tidak membaik, BI mungkin akan menaikkan suku bunga kembali dalam pertemuan berikutnya. Sementara itu, Analis ICDX Tiffani Safinia menambahkan bahwa penguatan rupiah masih terbatas karena selisih suku bunga dengan AS belum cukup menarik arus modal asing di tengah permintaan valas domestik yang masih tinggi.

Pelemahan rupiah yang terjadi hari ini menjadi pengingat bahwa ketidakpastian global masih menjadi tantangan utama bagi stabilitas nilai tukar. Kombinasi antara konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga minyak dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed terus menekan rupiah, meskipun BI telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga stabilitas. Pasar kini menanti perkembangan baru, baik dari Timur Tengah maupun kebijakan moneter global, yang akan menentukan arah pergerakan rupiah ke depan.

0 Komentar