RADARCIREBON.TV – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Dr. Ir. Adi Wibowo, M.Si, langsung menunjukkan komitmennya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) perdana ke dapur MBG pada pukul 02.00 dini hari, Jumat (24/7/2026).
Sidak yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disiapkan untuk program MBG. “Saya ingin melihat langsung proses persiapan makanan dari awal, bukan hanya hasil akhirnya. Ini untuk memastikan standar gizi dan kebersihan benar-benar terjaga,” ujar Adi Wibowo usai melakukan pengecekan.
Pantau Proses dari Dini Hari
Dalam sidak tersebut, Adi Wibowo meninjau langsung proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, hingga pengolahan makanan. Ia juga memeriksa suhu penyimpanan daging dan sayuran, kebersihan peralatan masak, serta kesesuaian menu dengan standar gizi yang ditetapkan.
Baca Juga:Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan JantungAnggaran MBG 2026 Dipangkas Rp39 Triliun, BGN: Bisa Turun Lagi!
“Kami menemukan beberapa catatan kecil yang harus segera diperbaiki, seperti kebersihan area persiapan sayuran dan kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh petugas dapur. Namun secara umum, proses berjalan sesuai standar,” jelasnya.
Evaluasi Tata Kelola MBG
Sidak ini menjadi bagian dari upaya BGN untuk memperbaiki tata kelola program MBG yang sedang dievaluasi secara menyeluruh. Sebelumnya, anggaran MBG 2026 dipangkas dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun sebagai bagian dari efisiensi dan penajaman sasaran penerima manfaat.
Adi Wibowo menegaskan bahwa kualitas makanan tidak boleh dikorbankan meskipun ada efisiensi anggaran. “Program ini menyangkut masa depan generasi bangsa. Kami akan memastikan setiap rupiah yang dianggarkan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Temuan di Lapangan
Salah satu temuan penting dari sidak adalah adanya perbedaan kualitas antara satu dapur dengan dapur lainnya. Di beberapa lokasi, standar kebersihan dan pengolahan makanan sudah sangat baik, tetapi di beberapa tempat lain masih ditemukan kekurangan.
“Kami akan segera menindaklanjuti temuan ini dengan melakukan pelatihan standarisasi bagi seluruh petugas dapur MBG. Semua harus memiliki standar yang sama dalam menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia,” kata Adi.
