Angin Kencang di Pulau Jawa Diprediksi Berlangsung hingga Akhir Musim Kemarau 2026

Ilustrasi angin kencang
BMKG memprediksi angin kencang di Pulau Jawa masih akan berlangsung hingga akhir musim kemarau 2026, masyarakat diminta waspada. | Foto: gemini
0 Komentar

Pengaruh Fenomena Iklim Global

Selain dipengaruhi angin muson timur, BMKG juga mencermati adanya potensi pengaruh fenomena iklim global, yakni El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang dapat memperkuat karakteristik musim kemarau di Indonesia . Dampaknya antara lain cuaca cenderung lebih kering, angin lebih kencang, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rentan.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan oleh angin kencang. Beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain pohon tumbang, baliho atau reklame roboh, serta atap rumah yang tidak terpasang dengan kuat .

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di lokasi yang terdapat banyak pepohonan besar maupun papan reklame. Selain itu, BMKG juga mengingatkan untuk menghindari pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau yang kering dan berangin .

Baca Juga:Rambut Selalu Kusut Habis Kena Angin? Simak Penyebab dan 5 Cara Ampuh MengatasinyaCuaca Cirebon Hari Ini 24 Juli 2026: Cerah Sepanjang Hari, Waspada Angin Kencang

Perlu diketahui, selama periode 24 hingga 25 Juli 2026, BMKG mencatat potensi angin kencang melanda sejumlah provinsi termasuk Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur . Sementara pada 25-26 Juli 2026, peringatan serupa masih berlaku untuk Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur .

0 Komentar