Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar doa bersama atau istigasah untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan di halaman Alun-Alun Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jumat siang. Kegiatan dihadiri jajaran pemerintah, Kementerian Agama, serta unsur pemerintah provinsi ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi dampak kekeringan yang mulai mengancam sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar doa bersama atau istigasah untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan di halaman Alun-Alun Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, Jumat siang.
Ratusan peserta mengikuti doa bersama dengan khusyuk, memohon agar hujan segera turun dan mengakhiri kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu.
Baca Juga:Usulan Penambahan Anggaran Jamkesda Masih Dibahas – VideoDLH Kabupaten Cirebon Lakukan Pengurasan Sampah TPS Pasar Batik Trusmi – Video
Kemarau panjang menyebabkan banyak lahan pertanian tadah hujan mengalami kesulitan air. Sejumlah petani bahkan dilaporkan gagal tanam karena tanaman yang sudah ditanam mati akibat minimnya pasokan air.
Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan berbagai upaya teknis telah dilakukan, mulai dari pengerukan dan normalisasi saluran irigasi, optimalisasi sumber air, hingga pembangunan sumur di sejumlah titik. Namun, debit air yang tersedia masih sangat terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan lahan pertanian.
Selain sektor pertanian, kekeringan juga berdampak terhadap lingkungan dan ketersediaan air bagi hewan ternak maupun satwa di alam.
Pemerintah daerah berharap hujan segera turun agar aktivitas pertanian kembali berjalan normal dan masyarakat tidak semakin terdampak oleh musim kemarau.
Bagi petani yang mengalami gagal panen atau gagal tanam, pemerintah juga menyiapkan bantuan melalui program asuransi pertanian, meski pelaksanaannya masih memiliki keterbatasan sehingga belum dapat menjangkau seluruh petani yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap sinergi antara upaya teknis dan doa bersama dapat membantu mengatasi dampak kekeringan, sehingga para petani dapat kembali bercocok tanam dan menjaga ketahanan pangan di daerah.