Pakar Reumatologi, Internis, dan Herbal Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyoman Kertia, menjelaskan bahwa faktor genetik memang berperan. Namun, polusi udara, pola makan yang kurang sehat, serta stres juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Menurutnya, stres menjadi salah satu pemicu dominan munculnya penyakit autoimun.
Ia mengungkapkan bahwa tidak sedikit mahasiswa yang sebelumnya sehat kemudian mulai mengalami gejala autoimun setelah menghadapi tekanan akademik maupun berbagai beban kehidupan.
Tiga Pemicu yang Dapat Memperburuk Kondisi Autoimun
Nyoman Kertia juga menyebutkan terdapat tiga faktor utama yang dapat memperburuk kondisi penderita autoimun.
Baca Juga:Perut Bisa Begah dan Kram, Ini Makanan yang Perlu Dihindari Sebelum Olahraga5 Penyakit Autoimun Yang Paling Sering Ditemui Di Masyakarat !
1. Kelelahan
Meskipun kondisi pasien sudah membaik, tubuh tetap perlu dijaga agar tidak mengalami kelelahan berlebihan. Mengatur aktivitas dan menjaga energi menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan.
2. Stres Berkepanjangan
Stres memang sulit dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pasien dianjurkan untuk belajar mengelola tekanan emosional dan tidak terus-menerus memikirkan penyakit yang sedang dialami.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi psikologis sehingga proses pengobatan berjalan lebih baik.
3. Paparan Sinar Matahari Berlebihan
Penderita autoimun tidak harus menghindari sinar matahari sepenuhnya. Namun, paparan yang berlebihan sebaiknya diminimalkan dengan menggunakan payung, pakaian pelindung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
Gaya Hidup Sehat Berperan Penting dalam Mengelola Autoimun
Penanganan penyakit autoimun tidak hanya mengandalkan obat-obatan. Perubahan gaya hidup juga menjadi bagian penting dalam membantu mengendalikan kondisi pasien.
Prof. Ronny Rachman Noor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyarankan agar penderita rutin berkonsultasi dengan dokter spesialis reumatologi maupun imunologi sehingga terapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Pengobatan dapat meliputi penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kortikosteroid, imunomodulator, hingga terapi khusus sesuai jenis penyakit, seperti insulin pada diabetes tipe 1.
Baca Juga:Mitos atau Fakta? Durian Ternyata Tidak Mengandung KolesterolJangan Asal Minum Lagi! Ini Batas Aman Air Kemasan yang Sudah Dibuka
Kebiasaan Sehat yang Dianjurkan bagi Penderita Autoimun
Beberapa langkah yang disarankan untuk membantu mengelola penyakit autoimun antara lain:
- Menerapkan pola makan yang sehat.
- Mengonsumsi makanan dengan pola makan antiinflamasi.
- Menghindari kebiasaan merokok.
- Mengelola stres dengan baik.
- Tidur yang cukup setiap hari.
- Mencatat berbagai pemicu yang menyebabkan gejala muncul atau memburuk.
