Untuk memenuhi permintaan tersebut, Hino turut menambah tenaga kerja sekaligus mempercepat proses produksi.
Total Pesanan Kendaraan Program Kopdes Capai Puluhan Ribu Unit
Berdasarkan kesepakatan yang diumumkan pada Februari 2026, produsen kendaraan yang memiliki fasilitas perakitan di Indonesia memperoleh total pesanan sekitar 45.000 unit.
Rinciannya meliputi:
- Mitsubishi Fuso
- Hino Motors
- Foton sebanyak 13.500 unit
- Isuzu sebanyak 900 unit
Pesanan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan kendaraan untuk mendukung operasional Program Koperasi Desa Merah Putih.
Baca Juga:Berapa Harga Mitsubishi Fuso eCanter di Indonesia? Yuk Cek Spesifikasi Lengkap dan Fitur dari Truk Listrik!Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih, Uji Coba Dimulai Akhir Agustus
Program Kopdes Ditopang Anggaran Rp80 Triliun
Program Kopdes Merah Putih menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini bertujuan menyediakan bahan pangan dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat sistem logistik sektor pertanian dan perikanan di daerah.
Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 triliun dari APBN tahun 2026.
Melalui PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana operasional, pemerintah berencana mengadakan sekitar 80.000 kendaraan niaga dan 70.000 unit pikap.
Total pengadaan sebanyak 150.000 kendaraan tersebut hampir menyamai total penjualan kendaraan niaga dan pikap baru di Indonesia sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 170.000 unit.
Pengadaan Kendaraan Impor Tuai Sorotan
Di tengah besarnya pesanan bagi produsen lokal, program ini juga mendapat kritik.
Pasalnya, sebagian pengadaan kendaraan diberikan kepada produsen asal India yang belum memiliki fasilitas produksi truk di Indonesia.
Baca Juga:Kemenkes Kembangkan Robot Bedah AI untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan IndonesiaWajah Mendadak Lumpuh Sebelah? Bisa Jadi Bell's Palsy, Ini Gejalanya
Tata Motors dan Mahindra & Mahindra masing-masing memperoleh pesanan 35.000 unit pikap. Selain itu, Tata Motors juga menerima tambahan pesanan sebanyak 35.000 unit kendaraan niaga ringan.
Direktur Utama Agrinas, Joao Mota, sebelumnya menyampaikan bahwa pengadaan dari India dipilih karena dinilai dapat menekan biaya.
Meski demikian, mekanisme inspeksi maupun layanan perawatan kendaraan impor tersebut masih belum dijelaskan secara rinci.
Industri Kendaraan Niaga Masih Dibayangi Tantangan
Di balik tingginya permintaan kendaraan untuk program pemerintah, pelaku industri tetap memandang kondisi pasar secara hati-hati.
Penjualan kendaraan baru nasional, baik kendaraan penumpang maupun niaga, terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Dari sekitar 1,2 juta unit pada 2013, penjualan nasional turun menjadi sekitar 800.000 unit pada 2025, seiring melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah.
