Pesanan Truk Kopdes Melonjak, Mitsubishi Fuso Genjot Produksi di Indonesia

Program Kopdes Merah Putih menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia.
Mitsubishi Fuso meningkatkan kapasitas produksi dengan sistem dua shift untuk memenuhi lonjakan pesanan truk program Koperasi Desa Merah Putih. src-img : website - ktbfuso.co.id
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Mitsubishi Fuso meningkatkan kapasitas produksi pabriknya di Jakarta untuk memenuhi lonjakan permintaan truk dari program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Sejak Juli 2026, perusahaan mulai menerapkan sistem kerja dua shift agar target pengiriman kendaraan hingga akhir tahun 2026 dapat terpenuhi.

Langkah ini membuat kapasitas produksi bulanan meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya. Selain mengoptimalkan operasional pabrik, Mitsubishi Fuso juga merekrut ratusan pekerja kontrak untuk mendukung peningkatan produksi.

Seorang direktur pemasaran perusahaan penjualan Mitsubishi Fuso di Indonesia mengatakan saat ini fasilitas produksi beroperasi pada kapasitas penuh.

Baca Juga:Berapa Harga Mitsubishi Fuso eCanter di Indonesia? Yuk Cek Spesifikasi Lengkap dan Fitur dari Truk Listrik!Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih, Uji Coba Dimulai Akhir Agustus

Perusahaan menargetkan seluruh pesanan dapat dikirim sesuai tenggat waktu hingga akhir 2026.

Mitsubishi Fuso Tambah Shift Produksi untuk Kejar Pesanan Kopdes

Sebelumnya, pabrik Mitsubishi Fuso di Jakarta hanya beroperasi dalam satu shift. Namun, tingginya permintaan kendaraan niaga membuat perusahaan mengubah pola operasional menjadi dua shift mulai Juli.

Dengan perubahan tersebut, kapasitas produksi yang sebelumnya berada di kisaran 3.500 unit per bulan kini ditingkatkan secara signifikan.

Kebijakan ini menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar tanpa mengorbankan jadwal pengiriman.

Produksi Berjalan dengan Kapasitas Maksimal

Manajemen menyebut seluruh kapasitas produksi saat ini telah dimanfaatkan sepenuhnya.

Optimalisasi tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga untuk mendukung pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas pemerintah.

Pesanan Truk Hampir Setara Penjualan Satu Tahun

Lonjakan produksi tidak terlepas dari pesanan sekitar 20.000 unit truk ringan Canter dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang diterima pada awal tahun 2026.

Baca Juga:Kemenkes Kembangkan Robot Bedah AI untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan IndonesiaWajah Mendadak Lumpuh Sebelah? Bisa Jadi Bell's Palsy, Ini Gejalanya

Jumlah tersebut hampir menyamai total penjualan Mitsubishi Fuso di Indonesia sepanjang tahun 2025 yang mencapai sekitar 25.000 unit.

Sementara itu, sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Mitsubishi Fuso masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar kendaraan niaga nasional.

Penjualan perusahaan pada semester pertama 2026 tercatat sekitar 17.500 unit, atau meningkat sekitar 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hino Juga Tingkatkan Produksi

Tidak hanya Mitsubishi Fuso, Hino Motors juga memperoleh pesanan besar dari Agrinas berupa 10.000 unit truk ringan 300 Series.

Jumlah tersebut setara dengan lebih dari separuh total penjualan Hino sepanjang 2025 yang berada di kisaran 18.000 unit.

0 Komentar