Puluhan guru Bahasa Indonesia tingkat SMP, di Kota Cirebon, diberi pelatihan deep learning atau pembelajaran mendalam. Selain itu, dibekali koding dan kecerdasan artifisial, untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik.
Pelatihan guru untuk pembelajaran mendalam (deep learning) serta koding dan kecerdasan artifisial (KKA), menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik. Program ini bertujuan menyusun perangkat asesmen kontekstual, melatih berpikir komputasional, dan membentuk profil lulusan yang mandiri melalui kelompok kerja guru.
Untuk mempersiapkan peningkatan kualitas guru, puluhan guru Bahasa Indonesia, tingkat SMP, di Kota Cirebon, mulai diberi pelatihan hingga empat bulan lebih kedepan. Dalam pelatihan ini, tim fasilitator dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan, Jawa Barat.
Baca Juga:177 Blangko Buku Nikah Dicuri, Kemenag Blokir Nomor Seri Cegah Penyalahgunaan – VideoAktivis Alamku Dukung Kejari Usut Masalah Tunjangan DPRD – Video
Ada tujuh siklus pelatihan yang akan diterima para guru hingga bulan Desember. Setiap siklus setelah menerima pelatihan, sekitar 21 hari, para guru akan mengimplementasikan pembelajaran mendalam di sekolah berbasis inkuiri kolaboratif, dan akan kembali ke MGMP atau kelompok kerja guru, untuk mendapatkan materi pelatihan lanjutan, sampai akhir.
Di tengah perkembangan digital, para guru juga diharapkan mampu menerapkan sistem pembelajaran dengan fasilitas papan digital. Dan menyusun rencana pengajaran yang berbasis teknologi, untuk menyesuaikan kebutuhan pembelajaran, sehingga diharapkan, sistem pendidikan di sekolah bisa terus maju, untuk mencerdaskan anak anak.