RADARCIREBON.TV – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di atas level psikologis Rp18.000 pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026. Berdasarkan data pasar, rupiah bergerak di kisaran Rp18.045 hingga Rp18.087 per dolar AS, meski sempat mencatat penguatan tipis dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah menjadi perhatian pelaku pasar karena masih dipengaruhi berbagai sentimen global dan domestik. Investor cenderung berhati-hati menjelang keputusan penting bank sentral Amerika Serikat (The Fed) terkait arah kebijakan suku bunga acuan yang diperkirakan akan memengaruhi arus modal internasional.
Meski masih tertekan, penguatan tipis yang terjadi menunjukkan bahwa rupiah mulai mendapat dukungan dari sejumlah faktor domestik. Namun, kondisi pasar dinilai masih sangat dinamis sehingga fluktuasi nilai tukar diperkirakan tetap terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga:Bank Indonesia Berkomitmen Jaga Stabilitas, Perkuat Intervensi di Tengah Tekanan RupiahNilai Tukar Rupiah Hari Ini 29 Juli 2026 Menguat ke Rp17.973 per Dolar AS, Simak Faktor Pendorongnya
Kurs Rupiah Hari Ini
Berdasarkan data terbaru, berikut perkembangan kurs rupiah terhadap dolar AS:
- Nilai tukar pasar spot berada di kisaran Rp18.045 hingga Rp18.073 per dolar AS.
- Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia ditetapkan di level Rp18.087 per dolar AS.
Kurs transaksi Bank Indonesia menunjukkan:
- Kurs jual dolar AS: Rp18.178
- Kurs beli dolar AS: Rp17.997
Posisi tersebut menunjukkan rupiah masih berada di atas level Rp18.000 yang selama ini menjadi salah satu batas psikologis di pasar valuta asing.
Faktor yang Mempengaruhi Rupiah
Sejumlah faktor menjadi penyebab pergerakan rupiah hari ini, di antaranya:
- Menunggu keputusan The Fed, sehingga investor memilih bersikap wait and see.
- Penguatan dolar AS akibat meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
- Ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan dunia.
- Sentimen domestik, termasuk perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia.
Analis menilai selama ketidakpastian global masih tinggi, nilai tukar rupiah berpotensi bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan pasar internasional.
Mata Uang Asing Lain Ikut Berfluktuasi
Selain dolar AS, sejumlah mata uang utama dunia juga mengalami perubahan nilai tukar terhadap rupiah, seperti euro, poundsterling Inggris, dolar Singapura, dolar Australia, ringgit Malaysia, hingga yen Jepang. Pergerakan tersebut dipengaruhi sentimen global yang sama, terutama perkembangan ekonomi Amerika Serikat.
