Pemerintah Kabupaten Cirebon coba memetakan strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD, di tengah berkurangnya transfer keuangan dari pemerintah pusat. Optimalisasi penerimaan dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau PBJT, serta retribusi parkir menjadi dua sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk mendongkrak pendapatan daerah.
Pemerintah Kabupaten Cirebon coba memetakan strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD, di tengah berkurangnya transfer keuangan dari pemerintah pusat. Berbagai upaya disiapkan Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Dalam pembahasan bersama DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menyatakan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan yang harus direspons dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau PBJT. Pemerintah daerah akan mengkaji kembali potensi penerimaan dari sektor makanan dan minuman, perhotelan, serta kafe. Evaluasi tersebut akan dilakukan bersama Badan Pendapatan Daerah, agar target penerimaan dapat disesuaikan dengan potensi riil yang ada.
Baca Juga:Mahyudin Kembali Pimpin IKA UGJ – VideoReuni Emas Alumni Smanda 76 – Video
Selain itu, potensi retribusi parkir juga dinilai masih belum tergarap secara maksimal. Dari sekitar 600 titik parkir yang tersebar di Kabupaten Cirebon, perhitungan pendapatan saat ini dinilai masih menggunakan asumsi yang relatif rendah sehingga berpeluang untuk dioptimalkan.
Pemerintah Kabupaten Cirebon menilai peningkatan PAD menjadi langkah penting, untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran. Melalui pemetaan potensi dan evaluasi terhadap sumber-sumber pendapatan, diharapkan kemampuan fiskal daerah dapat semakin kuat, dan tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.