Desa Babakan Ciwaringin Berhasil Kelola Sampah Secara Mandiri – Video

Desa Babakan Ciwaringin Berhasil Kelola Sampah Secara Mandiri
0 Komentar

Di tengah persoalan sampah yang terus menjadi tantangan di berbagai daerah, Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon menunjukkan langkah berbeda. Pemerintah desa bersama komunitas warga berupaya menangani sampah secara mandiri, dengan mengolah limbah agar tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tetapi memiliki nilai guna dan ekonomi.

Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, di kenal sebagai desa yang memiliki ratusab pondok pesantren, dengan jumlah murid sebanyak 12.000. Hal ini membuat Desa Babakan menjadi desa dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Kabupaten Cirebon. Tentu saja, dengan jumlah warga yang begitu banyak, tidak lepas dari yang namanya persoalan sampah.

Hebatnya, persoalan tersebut selesai hanya di desa. Pemerintah Desa Babakan terus mendorong pengelolaan sampah secara mandiri melalui TPS 3R dengan melibatkan masyarakat berbagai komunitas. Kepala Desa Babakan menjelaskan, saat ini terdapat tiga kelompok yang aktif mengelola sampah dengan metode yang berbeda.

Baca Juga:Herman Khaeron Dorong UMKM Naik Kelas – Video317 Objek Jadi Sasaran Penertiban Disepanjang Jalan Kesambi – Video

Salah satunya merupakan komunitas yang didukung program UNDP, yang mengolah limbah botol plastik menjadi biji plastik melalui proses pencacahan. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas hingga dua ton per hari, namun operasionalnya belum optimal karena mesin kerap mengalami kendala.

Selain itu, di Blok 6 Babakan Utara terdapat fasilitas pengolahan sampah bernama Masaro yang didirikan Almarhum Prof. Dr. Jenal. Di lokasi tersebut, sampah organik dan nonorganik dipilah dan diolah menjadi produk yang bermanfaat, termasuk pupuk untuk sektor pertanian.

Sementara itu, ada juga komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Bersih (PPLB) dari Desa Babakan yang menjalankan kegiatan pemilahan sampah. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dipisahkan untuk didaur ulang, sedangkan sisanya dikelola sesuai kemampuan, pemerintah desa menyediakan lahan sebagai lokasi pengelolaan agar kegiatan tersebut dapat terus berjalan.

Di tengah fokus kepala desa yang kini tengah melaksanakan program untuk kepentingan warga, ada saja kritik dari sebagian warga yang bisa menimbulkan konflik. Namun, kepala desa menyampaikan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Ia menegaskan pemerintah desa tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan menjadikan berbagai masukan sebagai motivasi untuk terus memperbaiki pelayanan kepada warga.

0 Komentar