Rencana revitalisasi Alun-Alun Taman Pataraksa Kabupaten Cirebon berpeluang ditunda. Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyebut, kondisi keuangan daerah membuat pemerintah harus memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Wacana penundaan revitalisasi Pataraksa muncul setelah rapat paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, dalam agenda persetujuan KUA-PPAS tahun anggaran 2027, pada 12 Agustus 2026.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menjelaskan, KUA-PPAS menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun program prioritas tahun 2027. Para kepala dinas diminta menyesuaikan program dengan prioritas yang telah disepakati.
Baca Juga:Pasokan Terbatas, Omzet Pedagang Sayur Di Pasar Bangkir Turun – VideoKab Cirebon Siapkan Tenaga Kerja Lokal Hadapi Investasi – Video
Imron menyebut, dalam kondisi keuangan daerah saat ini, APBD akan lebih diarahkan untuk program yang langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, revitalisasi Pataraksa belum menjadi prioritas utama.
Menurut Imron, apabila kondisi keuangan sudah membaik, pemerintah akan kembali mempertimbangkan revitalisasi secara menyeluruh. Pemkab juga akan berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Meski revitalisasi total belum dapat dilakukan, Imron menyebut penanganan sederhana tetap akan dilakukan. Di antaranya perbaikan yang bersifat kerapihan, kebersihan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Sebelumnya, proyek revitalisasi Pataraksa telah masuk tahap evaluasi tender. Namun, dengan adanya penyesuaian prioritas dalam pembahasan KUA-PPAS 2027, keberlanjutan proyek kini masih menunggu keputusan pemerintah daerah.