RS pemerintah Kabupaten Cirebon kian terdesak persaingan dengan rumah sakit swasta. Insentif lebih besar mengancam memicu hijrah dokter spesialis. DPRD mengingatkan, jika tak segera diatasi, kondisi ini bisa menggerus kualitas layanan RSUD.
Rumah sakit pemerintah Kabupaten Cirebon kini berada di tengah persaingan ketat dengan rumah sakit swasta. RSUD Arjawinangun dan RSUD Waled menjadi dua rumah sakit yang disorot, seiring bertambahnya pilihan layanan kesehatan swasta.
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setyawan, menyebut, dokter spesialis menjadi salah satu titik rawan. Tawaran insentif lebih tinggi dari rumah sakit swasta dinilai bisa menarik dokter spesialis dari RSUD.
Baca Juga:Aldyan Belanja Masalah Melalui Reses Di Dapil 5 Kesambi – VideoManfaatkan Musibah Kebakaran, Dua Pencuri Gasak Uang Dan Emas – Video
Menurut DPRD, jika dokter spesialis terus berkurang, dampaknya bukan hanya pada tenaga medis, tetapi juga pada kelangsungan layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap RS pemerintah.
Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan dan tunjangan khusus dokter spesialis. Langkah ini dinilai penting agar RSUD tetap mampu bersaing dan tidak kehilangan tenaga medis andalan.
DPRD akan kembali berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk membahas penguatan insentif. Jika tak segera dibenahi, RSUD dikhawatirkan semakin tertinggal, sementara masyarakat membutuhkan layanan spesialis yang cepat dan berkualitas.