Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus memperluas keberadaan Kios Pengendali Inflasi (KOSPI) di sejumlah pasar tradisional. Program yang merupakan hasil kerja sama dengan Perum Bulog ini ditargetkan mampu menjaga harga bahan pokok agar tetap terkendali, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.
Dari total sembilan pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah, tujuh di antaranya menjadi sasaran sasaran program perluasan ini. Sejauh ini, baru dua pasar yang telah resmi memiliki dan mengoperasikan KOSPI, yakni Pasar Pasalaran dan Pasar Palimanan.
Dalam waktu dekat, dua pasar lainnya, yakni Pasar Ciledug dan Pasar Babakan, ditargetkan segera menyusul untuk mengoperasikan fasilitas tersebut. Selanjutnya, program serupa juga akan dilanjutkan di Pasar Sumber, Pasar Jamblang, dan Pasar Cipeujeuh. Dengan demikian, tujuh pasar tradisional milik Pemkab Cirebon ditargetkan akan segera terjangkau oleh program KOSPI. Sementara itu, dua pasar milik pemda lainnya, yakni Pasar Batik dan Pasar Kue, tidak disertakan dalam sasaran program ini.
Baca Juga:Edo Bantah Farida Tak Dilibatkan Dalam Proyek KPBU APJ – VideoKategori Usaha Jadi Penentu Tarif PJHT Hiburan – Video
KOSPI sendiri merupakan program kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Bulog yang bertujuan untuk menyediakan komoditas pangan dengan harga yang mengacu pada ketentuan pemerintah. Program ini diharapkan dapat secara efektif mencegah lonjakan harga bahan pokok di pasaran, khususnya beras, agar tidak dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Ke depannya, operasional KOSPI akan terus dievaluasi secara berkala, baik dari sisi pelayanan maupun realisasi pelaksanaannya di lapangan. Program ini diyakini mampu membantu masyarakat luas dalam memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi di wilayah Kabupaten Cirebon.