RM dan J-Hope BTS Tuai Kritik Usai Foto Bareng Chris Brown, Nama RM Dicoret dari Daftar Panutan

foto
(Twitter/@BTS_twt)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Dua anggota grup K-Pop kenamaan BTS, RM dan j-hope, mendadak jadi sorotan hangat netizen global. Kehadiran keduanya di konser musisi AS, Chris Brown, di Toronto, Kanada, memicu gelombang kritik pedas lantaran rekam jejak Brown yang kelam terkait kasus kekerasan terhadap perempuan.

RM dan j-hope kedapatan menonton konser kolaborasi Chris Brown dan Usher di Rogers Stadium pada 12 Agustus 2026 lalu.

Kontroversi makin memuncak setelah foto di belakang panggung yang memperlihatkan kebersamaan RM (Kim Namjoon) dan j-hope (Jung Hoseok) bersama Chris Brown beredar luas di media sosial.

Baca Juga:Waspada Stroke Saat Bangun Tidur, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat!Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027, Inter vs Monza hingga Juventus Hadapi AC Milan

Bagi sebagian besar penggemar, masalah utamanya bukan cuma sekadar menonton konser. Interaksi hangat di belakang panggung hingga berfoto bersama dianggap sebagai bentuk kepedulian yang minim, mengingat besarnya pengaruh BTS dan mayoritas basis penggemar mereka adalah perempuan.

Seperti diketahui, Chris Brown pernah mengaku bersalah atas kasus penganiayaan berat terhadap mantan kekasihnya, Rihanna, pada 2009 silam, serta terlibat beberapa kasus kekerasan lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Dicoret dari Daftar Panutan Anti-Kekerasan

Imbas dari kehebohan ini, organisasi nirlaba internasional yang fokus memberantas kekerasan terhadap perempuan, The Pixel Project, mengambil tindakan tegas.

Mereka resmi menangguhkan nama RM dari daftar “16 Male Role Models Helping to Stop Violence Against Women” (16 Panutan Pria yang Membantu Menghentikan Kekerasan terhadap Perempuan).

RM padahal baru dimasukkan ke dalam daftar tersebut pada 2024 lalu karena dinilai vokal mengoreksi lirik-lirik lagu lamanya yang sempat dianggap misoginis, serta rajin mendukung seniman perempuan.

“Kami tidak pernah mengharapkan panutan laki-laki mana pun, termasuk RM, untuk menjadi sempurna. Bagaimanapun, semua orang adalah manusia,” tulis pernyataan resmi The Pixel Project, dikutip dari The Korea Herald.

Meski organisasi tersebut mengakui bahwa foto bersama itu tak otomatis berarti RM mendukung tindak kekerasan, popularitas raksasa BTS dinilai secara tidak langsung memberi panggung positif bagi sosok yang bermasalah.

Baca Juga:Kebakaran Hutan Kalimantan Diprediksi hingga Oktober, Asap Menyeberang ke Malaysia dan Penerbangan TerdampakFermin Aldeguer Beri Sinyal Comeback MotoGP! Gresini Racing Siap Sambut Sang Rider di Aragon

Reaksi ARMY Terbelah

Sikap para penggemar (ARMY) sendiri terbilang terbelah. Sebagian mengecam keras dan menilai ada standar ganda privilese gender, di mana artis pria cenderung lebih “dimaklumi” dibanding artis perempuan jika melakukan kekhilafan serupa.

0 Komentar