Jangan Dianggap Remeh, Inilah Daftar Gejala Infeksi Virus Zika yang Perlu Dikenali

Infeksi Virus
Ilustrasi Wanita berbaring di tempat tidur ditutupi selimut pilek dan flu mengukur suhu tubuhnya (istockphoto)
0 Komentar

4. Mata merah

Mata tampak merah tanpa keluarnya nanah (konjungtivitis nonpurulen) merupakan salah satu gambaran klinis yang khas pada Zika. Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada konjungtiva, lapisan tipis yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak.

Konjungtivitis nonpurulen bersama demam, ruam, dan nyeri sendi disebut sebagai karakteristik utama penyakit Zika.

5. Sakit kepala

Sakit kepala juga cukup sering menyertai infeksi. Dalam tinjauan sistematis terhadap orang dewasa dengan Zika terkonfirmasi, sakit kepala ditemukan pada sekitar 46 persen dari kasus dengan data yang tersedia.

Baca Juga:Sibuk Bukan Lagi Alasan! Inilah 7 Tips Rutin Olahraga di Tengah Jadwal yang PadatBukan 10.000! Cek Berapa Jumlah Langkah Ideal per Hari Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin?

Pada sebagian penderita juga dapat muncul nyeri di belakang mata atau retro-orbital pain. Ini dapat menjadi salah satu gejala tambahan pada penyakit Zika.

6. Nyeri otot

Selain sendi, otot dapat terasa pegal atau nyeri.

Tinjauan sistematis tahun 2021 mencatat mialgia atau nyeri otot pada sekitar 48 persen kasus terkonfirmasi.

7. Tubuh terasa lemas atau tidak enak badan

Zika juga dapat menimbulkan malaise, yaitu rasa lelah, lemas, atau tubuh terasa tidak sehat secara umum. Keluhan ini sangat tidak spesifik dan dapat muncul pada banyak infeksi virus lainnya.

Gejala lain yang pernah dilaporkan meliputi pembengkakan anggota tubuh, pembesaran kelenjar getah bening, muntah, dan diare. Namun, gejala tersebut bukan gambaran utama yang digunakan untuk mengenali Zika. Dalam tinjauan sistematis tahun 2021, misalnya, diare dilaporkan pada sekitar 13 persen kasus.

Gejala Zika mirip dengue dan chikungunya

Ruam, demam, nyeri otot, nyeri sendi, dan sakit kepala bukan gejala khusus Zika. Dengue dan chikungunya, yang juga ditularkan terutama oleh nyamuk Aedes, dapat menghasilkan keluhan serupa.

WHO menegaskan bahwa gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami Zika; diagnosis dapat memerlukan pemeriksaan laboratorium dengan mempertimbangkan riwayat perjalanan atau kemungkinan paparan.

Hal ini juga penting untuk pengobatan. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, sebaiknya dihindari sampai dengue dapat disingkirkan karena dengue dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Baca Juga:Update Klasemen AVC Continental 2026 Putri Terbaru: Indonesia Posisi 2, Cek Jadwal Hari Ini 23 AgustusLiga Italia 2026/2027 Pekan 1 Apakah Tayang TV Mana? Cek Jadwal Pertandingan dan Link Live Streaming

Kapan perlu mencari pertolongan medis?

Sebagian besar penyakit Zika berlangsung ringan dan rawat inap jarang diperlukan. Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika gejala memburuk atau ada kemungkinan terpapar Zika, terutama pada orang yang sedang hamil.

0 Komentar