Harga daging sapi di Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon, masih bertahan tinggi meski telah mengalami penurunan dari harga sebelumnya. Pedagang menyebut harga belum sepenuhnya normal pasca Idul Adha, sementara kebutuhan MBG juga mulai menyerap pasokan daging.
Harga daging sapi di Pasar Pasalaran berada di kisaran seratus empat puluh hingga seratus enam puluh ribu rupiah per kilogram. Harga tertinggi ini masih menjadi salah satu komoditas dengan nilai jual tertinggi di pasar.
Pedagang sekaligus bandar daging, Linda, mengatakan harga daging sapi untuk bagian tertentu bisa mencapai seratus enam puluh hingga seratus tujuh puluh ribu rupiah per kilogram. Sementara sirloin dan tenderloin bisa dijual lebih tinggi.
Baca Juga:Lomba Rakyat, HUT Ke-25 Partai Demokrat Di Kuningan – VideoMeriahkan Kemerdekaan HUT RI Ke 81 Dengan Cara Unik – Video
Menurut Linda, harga di tingkat pemasok sebenarnya masih relatif tinggi. Pedagang kemudian menyesuaikan harga jual agar daging tetap dapat terserap pasar dengan memperhitungkan bagian daging yang menjadi buangan.
Linda juga mengaku memiliki langganan dari sejumlah SPPG untuk kebutuhan MBG. Saat ini, pesanan yang ditanganinya bisa mencapai puluhan pesanan untuk beberapa dapur.
Namun, ia menyebut daging lokal masih sulit bersaing dalam pengadaan MBG karena pertimbangan harga. Sebagian kebutuhan disebut lebih banyak menggunakan daging impor yang dinilai lebih terjangkau.
Berharap pemerintah tetap memperhatikan pedagang pasar tradisional dalam menjalankan program MBG dan memberikan ruang bagi pedagang kecil untuk menjaga penghasilan harian.