RADARCIREBON.TV – Penerbangan di dua bandara utama Jakarta kembali terganggu. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan Bandara Halim Perdanakusuma resmi ditutup sementara hingga estimasi pukul 18.00 WIB, Senin (7/9/2026), akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau .
AirNav Indonesia memperbarui Notice to Airmen (NOTAM) terkait penutupan ini. Keputusan diambil sebagai langkah mitigasi demi keselamatan penerbangan karena abu vulkanik berbahaya bagi mesin pesawat .
“Berdasarkan pembaruan NOTAM, periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026,” kata EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro .
Baca Juga:BMKG Imbau Waspada, Cek Sebaran Abu Krakatau di Situs Ini SekarangAbu Vulkanik Belum Hilang, Apakah Olahraga Luar Ruang Masih Aman?
AirNav terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik. Informasi aeronautika akan diperbarui secara dinamis sesuai situasi aktual .
Penumpang Dapat Makanan dan Bus ke Hotel
Pihak Bandara Soetta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) untuk menangani penumpang yang terdampak. Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Soetta, Yudistiawan, mengatakan layanan darurat telah disiapkan .
“Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan SRA dengan menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang,” ujar Yudistiawan kepada Disway, Minggu (6/9) .
Selain itu, bus disiapkan di setiap terminal untuk mengantar penumpang ke hotel terdekat. Koordinasi dengan maskapai juga dilakukan untuk memastikan mobilitas tetap berjalan .
Posko layanan dibuka di Terminal 1B untuk memudahkan koordinasi dan penanganan operasional. Manajemen bandara juga memastikan tenant di terminal beroperasi 24 jam selama penutupan berlangsung .
“Manajemen telah berkoordinasi dengan para tenant di terminal untuk memastikan operasional layanan dapat berlangsung selama 24 jam, sehingga kebutuhan penumpang selama periode penutupan sementara dapat tetap terlayani,” jelas Yudis .
Imbauan untuk Penumpang
Masyarakat yang akan bepergian melalui kedua bandara diimbau menghubungi maskapai terkait untuk informasi jadwal penerbangan terbaru. Penumpang juga disarankan memantau informasi resmi dari AirNav Indonesia dan bandara untuk perkembangan selanjutnya.
Baca Juga:Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, Puncaknya di Agustus-SeptemberLink Live Streaming Persib vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026 Hari Ini, Kick-off 19.30 WIB
Penutupan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan penerbangan di tengah ancaman bencana alam. AirNav dan pihak terkait terus berkoordinasi untuk memastikan operasional dapat kembali normal segera setelah kondisi ruang udara dinyatakan aman.
